LC di Lokalisasi SK tewas overdosis alkohol di kamar kos

Sabtu, 15 Oktober 2016 03:04 Reporter : Parwito
LC di Lokalisasi SK tewas overdosis alkohol di kamar kos Karaoke lokalisasi SK tewas di kamar kos. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Seorang perempuan, Retno Cahyo Murti (38) ditemukan meninggal di dalam kamar kos di Jalan Taman Sri Kuncoro, RT 6 RW 2, Kelurahan Banteng Kulon Jumat, (14/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Ibu dua anak berprofesi sebagai Pemandu Karaoke (PK) atau Lady Companion (LC) di Kawasan Lokalisasi Sunan Kuning atau biasa disebut warga 'SK' diduga meninggal akibat over dosis alkohol.

Dari informasi yang dihimpun merdeka.com, Retno merupakan warga pendatang, asal Demak. Dirinya tinggal di kos bersama dua anaknya yang masih kecil dan baru menghuni kos sekitar dua bulan.

Saksi mata Eko Setiawan, mengungkapkan dirinya mengetahui lantaran diberi kabar dari salah satu anak korban yang menyampaikan melalui pesan singkat (SMS) jika korban sedang pingsan di dalam kamar kos tersebut.

"Jam 10.00 WIB siang saya di SMS anaknya, dikabari kalau mamanya pingsan. Tadi saya juga dikabari teman saya, sampai di sini sudah ramai," ungkap Eko warga Jalan Lebdosari 12 RT12 RW 6, Banteng Kulon ini.

Eko mengaku mengenal Retno lantaran setiap harinya bekerja menjadi pemandu lagu karaoke (PK) di Wisma 'Ambon' di lingkungan Sunan Kuning (SK) atau Balai Resosialisasi Argorejo.

"Kebetulan dia kerja di Wisma Ambon menjadi PK, baru empat hari. Kalau di sini mungkin sudah lama, dia kan kerjanya jadi PK pindah-pindah," jelasnya.

Eko mengaku terakhir kali berjumpa dengan Retno yakni pada saat mengantar untuk menjemput anaknya di sebuah tempat penitipan, Kamis, (13/10) siang kemarin. Eko melihat Retno saat itu sudah dalam keadaan pucat dan lemas.

"Mungkin dia kelelahan. Selama dua hari kemarin dia selalu mabuk terus. Pas Rabu, (12/10) dia pulang malam sekitar jam 23.00 WIB juga dalam kondisi mabuk. Kamis nya kan dia libur, jam 15.00 WIB ngajak jemput anaknya. Tapi juga sudah pucat lemas, bawa motor saja sepertinya tidak kuat," akunya.

Eko menambahkan, Kamis, (13/10) malam kemarin dirinya dihubungi oleh korban melalui selulernya sekitar pukul 23.00 WIB. Menyampaikan untuk mencarikan jasa pijat dengan alasan badannya kecapekan.

"Tapi tidak sempat saya angkat teleponnya," imbuhnya.

Salah satu wanita yang tinggal tidak jauh dari kos korban, Fitri menuturkan pertama kali mengetahui, Retno meninggal dalam kamar dengan posisi terlentang di atas tempat tidur springbed. Dalam kondisi masih berpakaian daster, namun mulutnya sudah keluar air yang berbusa dan sudah menimbulkan bau tak sedap.

"Tadi saya lihat di kamar mulutnya sudah berbusa, matanya mendelik (terbelalak) dengan posisi tidur terlentang," tuturnya.

Sedangkan awal mula diketahuinya kejadian, anak korban yang tinggal di kos tersebut menangis meronta-ronta di dalam kamar. Fitri awalnya menduga anak tersebut nangis karena diperlakukan kasar oleh Retno.

"Anaknya laki-laki kalau gak salah namanya Bayu, masih kelas dua SD, nangis gembor-gembor. Dikira orang sini itu anaknya dihajar, begitu didatangi kamarnya sudah bau menyengat. Ya mungkin sudah meninggal sejak pagi," ujarnya.

Mendapat laporan Tim Inafis Polrestabes Semarang yang dipimpin Iptu Syawal, langsung menuju lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil penyelidikan sementara, diduga korban telah meninggal lebih dari tujuh jam sebelum diketahui warga.

"Kondisinya sudah lebam membiru, sudah lebih dari 7 jam. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Mungkin kecapekan," terang Sawal.

Mendengar kejadian itu, belasan perempuan lain yang merupakan Pekerja Seks Komersil (PSK) di Balai Resosialisasi SK langsung berkerumun di sekitar tempat kejadian. Polisi langsung memasang police line supaya tidak merusak TKP.

Usai dilakukan olah TKP dan identifikasi, jenazah korban langsung dimasukkan ke dalam mobil ambulans. Kemudian langsung dilarikan ke kamar jenazah RSUP Dr Kariadi di Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang guna pemeriksaan lebih lanjut. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Tewas Overdosis
  2. Semarang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini