Lantik Bupati dan Wabup Bogor, Ridwan Kamil Tak Ingin Ada Kepala Daerah Ditangkap KPK

Minggu, 30 Desember 2018 13:59 Reporter : Aksara Bebey
Lantik Bupati dan Wabup Bogor, Ridwan Kamil Tak Ingin Ada Kepala Daerah Ditangkap KPK Gubernur Jabar Ridwan Kamil Lantik Bupati dan Wakil Bupati Bogor Ade Yasin dan Iwan Setiawan. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi melantik Ade Yasin dan Iwan Setiawan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bogor periode 2018-2023 di Gedung Sate Bandung, Minggu (30/12). Ridwan Kamil mengingatkan pentingnya menjaga integritas agar tidak tersandung korupsi.

Menurutnya, jika pekerjaan dilakukan dengan baik dan sesuai aturan perundang-undangan, maka kepala daerah bisa menjalani hari-hari dengan tenang.

"Harus mencegah dan memberantas segala bentuk ketidakjujuran, korupsi, kolusi, nepotisme, gratifikasi. Tiga nilai utama sebagai seorang penyelenggara negara, yakni integritas, jiwa melayani sepenuh hati, dan profesionalisme," ujar Ridwan Kamil.

"Insya Allah jika ketiga nilai dasar ini selalu dijaga, kita sebagai pimpinan daerah akan nyaman dalam bekerja, rakyat yang kita ayomi juga akan terlayani dengan sebaik- baiknya," lanjutnya.

Pesan yang disampaikan itu merujuk kepada kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah kepala daerah di Jawa Barat. Diantaranya menimpa Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang ditangkap KPK atas kasus proyek Meikarta, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi dan terakhir Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar. Ketiganya terjaring KPK dalam rentan waktu berdekatan.

"Saya amati, dalam tiga bulan terakhir, ada tiga kepala daerah kena masalah, kami mendoakan enggak ada lagi yang terjadi di Jawa Barat," ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Emil itu menyatakan bahwa Kabupaten Bogor merupakan Kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Barat dengan 5,71 jiwa penduduk. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kepala daerah dalam hal pelayanan kepada masyarakatnya.

Di lain pihak daerah ini potensial untuk maju. Selain memiliki penduduk yang banyak, kondisi geografisnya mendukung dalam perkembangan daerah pariwisata.

Untuk itu, Keberhasilan program pembangunan di Kabupaten Bogor akan berdampak terhadap keberhasilan di tingkat Provinsi. Untuk itu, ia berharap rencana dari Bupatinya bisa sinergis dengan visi gagasan Emil yang bertajuk Jawa Barat Juara Lahir dan Bathin.

"Mari budayakan bekerja cerdas dalam mewujudkan target dan program pembangunan daerah serta manfaatkan kemajuan teknologi digital untuk percepatan pembangunan. Mari kita wujudkan bersama Jabar Juara Lahir Batin dengan inovasi," imbuhnya.

"Bogor ini segala ada, dari peluang pariwisata, dari mulai juga kedekatan terhadap Jakarta yang jadi pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Terakhir, pihaknya menginstruksikan pimpinan daerah selalu waspada dan siaga terhadap potensi bencana, khususnya tanah longsor di daerah perbukitan, pegunungan dan sepanjang aliran sungai.

Semua harus diimbangi dengan perangkat kerja terkait supaya terus memantau sumber informasi yang resmi, serta berhati- hati dengan berita hoaks yang beredar. Supaya masyarakat bisa benar-benar mengenali ancaman bencana, sehingga bisa mengurangi risikonya.

Untuk diketahui, pelantikan ini merupakan amanat Pasal 164 undang- undang nomor 10 tahun 2016 yang menyatakan bahwa Bupati dan Wakil Bupati dilantik oleh Gubernur di Ibu Kota Provinsi, dan juga amanat surat Menteri Dalam Negeri nomor 131.32/7860/OTDA tertanggal 1 Oktober 2018 hal penyampaian keputusan Menteri Dalam Negeri seiring dengan telah terbitnya keputusan Mendagri tentang pemberhentian Bupati Bogor serta pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih hasil Pilkada serentak tahun 2018. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini