Lanjutkan Proyek Dito, Menpora Erick Thohir Pastikan RSON Cibubur Jadi Ekosistem Terintegrasi Kemenpora-Kemenkes

Kemenpora dan Kemenkes bersinergi menjadikan RSON Cibubur sebagai ekosistem terintegrasi untuk mendukung performa atlet nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lanjutkan Proyek Dito, Menpora Erick Thohir Pastikan RSON Cibubur Jadi Ekosistem Terintegrasi Kemenpora-Kemenkes
Kemenpora dan Kemenkes bersinergi menjadikan RSON Cibubur sebagai ekosistem terintegrasi untuk mendukung performa atlet nasional. Simak detail rencana besar ini! (Merdeka.com)

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah strategis untuk mengintegrasikan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) di Cibubur menjadi ekosistem olahraga yang komprehensif. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas dukungan bagi atlet nasional, mulai dari rehabilitasi hingga peningkatan performa. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi lintas sektor yang kuat demi kemajuan olahraga Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, didampingi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, telah meninjau langsung RSON di Cibubur, Jakarta Timur. Kunjungan pada Minggu (28/9) ini menjadi penanda dimulainya upaya serius untuk mewujudkan visi RSON sebagai pusat terpadu. Mereka meninjau berbagai fasilitas vital yang akan mendukung kebutuhan medis dan ilmiah para atlet.

Erick Thohir menegaskan bahwa RSON akan menjadi bagian integral dari ekosistem olahraga yang mendukung aspek rehabilitasi atlet, psikologi, dan peningkatan performa melalui pendekatan sport science. Lokasi RSON yang menyatu dengan Pusat Pelatihan Timnas Indonesia di Cibubur diharapkan dapat menyediakan layanan kesehatan dan ilmu keolahragaan yang berkelanjutan. Targetnya, fasilitas ini dapat digunakan secara lengkap dan terintegrasi pada tahun 2026.

Sinergi Lintas Sektor untuk Atlet Nasional

Kolaborasi antara Kemenpora dan Kemenkes ini merupakan langkah progresif dalam mendukung pengembangan atlet Indonesia. Menpora Erick Thohir menyatakan, "RSON akan menjadi bagian ekosistem yang terintegrasi untuk mendukung rehabilitasi atlet, psikologi maupun peningkatan performa atlet melalui sport science." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik dalam pembinaan atlet.

Kunjungan jajaran Kemenpora dan Kemenkes ke RSON Cibubur mencakup peninjauan menyeluruh terhadap berbagai fasilitas. Mereka memeriksa ruang fitnes, poli rehabilitasi medik, fisioterapi, ruang operator radiologi, hingga ruang MRI. Fasilitas ini krusial untuk pencegahan, diagnosis, perawatan, dan rehabilitasi cedera olahraga yang kerap dialami atlet.

Selain itu, poli orthopaedi, ruang persiapan operasi, dan ruang rawat inap juga menjadi fokus peninjauan. Ketersediaan fasilitas medis yang lengkap ini memastikan atlet mendapatkan penanganan terbaik saat membutuhkan. Integrasi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan menjaga kesehatan fisik atlet secara optimal.

Aspek sport science juga menjadi perhatian utama dalam sinergi ini, dengan peninjauan fasilitas yang akan menjadi pusat riset dan inovasi berbasis data. Pendekatan ilmiah dalam pelatihan dan pemulihan atlet akan menjadi tulang punggung peningkatan performa. Ini menunjukkan komitmen untuk tidak hanya merawat, tetapi juga mengoptimalkan potensi atlet melalui data dan penelitian.

Fasilitas RSON dan Pusat Pelatihan CYESC

RSON Cibubur berada dalam satu kawasan dengan Pusat Pelatihan Timnas Indonesia, yang dikenal sebagai Cibubur Youth Elite Sport Center (CYESC). Lokasi strategis ini memungkinkan layanan kesehatan dan sport science diberikan secara berkesinambungan bagi para atlet. Keterpaduan lokasi ini meminimalkan hambatan logistik dan memaksimalkan efisiensi dukungan.

Kawasan CYESC dirancang dengan konsep modern, menyerupai fasilitas milik Ajinomoto di Jepang, sebuah inisiatif yang dimulai pada era Menpora Zainudin Amali. Pembangunan fasilitas ini kemudian dikebut pada era Menpora Dito Ariotedjo. Kini, Menpora Erick Thohir melanjutkan estafet pembangunan untuk memastikan kelengkapan dan fungsionalitasnya.

Pusat pelatihan bagi atlet junior nasional ini dibangun dengan anggaran senilai Rp274 miliar dan telah dilengkapi fasilitas untuk sejumlah cabang olahraga. Fasilitas yang tersedia meliputi:

Meskipun demikian, CYESC masih memerlukan penambahan beberapa infrastruktur penting. Gedung asrama, sarana dan prasarana sport science yang lebih canggih, serta infrastruktur penunjang untuk sekitar 14 cabang olahraga unggulan lainnya masih dalam tahap pengembangan. Kemenpora telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat penyelesaian proyek ini.

Target dan Harapan Integrasi Ekosistem Olahraga

Menpora Erick Thohir menargetkan bahwa seluruh fasilitas CYESC akan dapat digunakan secara lengkap dan terintegrasi pada tahun 2026. Target ini menunjukkan urgensi dan komitmen pemerintah untuk segera menyediakan infrastruktur olahraga kelas dunia bagi atlet. Integrasi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan pada prestasi olahraga nasional.

Dengan terwujudnya RSON sebagai ekosistem terintegrasi, atlet-atlet nasional akan memiliki akses penuh terhadap layanan medis dan ilmiah terbaik. Mulai dari pencegahan cedera, rehabilitasi pasca-cedera, hingga program peningkatan performa berbasis data. Semua ini akan tersedia dalam satu kawasan yang mudah dijangkau.

Kolaborasi antara Kemenpora dan Kemenkes bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menciptakan model dukungan atlet yang berkelanjutan. Model ini akan menjadi contoh bagaimana sinergi antarlembaga dapat menghasilkan solusi komprehensif. Harapannya, Indonesia dapat mencetak lebih banyak atlet berprestasi di kancah internasional.

Visi jangka panjang dari proyek ini adalah menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki sistem pembinaan atlet yang modern dan efektif. Dengan RSON dan CYESC yang terintegrasi, masa depan olahraga Indonesia terlihat semakin cerah. Ini adalah investasi besar untuk kesehatan dan kejayaan atlet-atlet bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi