Ratusan warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang terpaksa mengungsi kembali setelah rumah terendam banjir setinggi dua hingga tiga meter.
Salah satu warga, Andi mengatakan, banjir kembali terjadi akibat meluapnya kali Cipunten dan diperparah curah hujan yang tinggi sejak malam pergantian tahun baru.
Banjir setinggi 150 sentimeter pun terjadi di Jalan Raya Labuan-Carita mengakibatkan kendaraan roda dua mogok. Banjir terjadi di pertigaan Pasar Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Banjir dari luapan Kali Cipunten tersebut menggenangi jalan, rumah warga hingga pertokoan. Pengguna jalan pun memaksakan menerjang banjir meskipun kendaraan harus mogok.
"Banjir dari semalam jam sembilan, di banyak titik terparah di kampung BTN sampai tiga meter," katanya, Selasa (1/1).
Dia mengatakan, sebanyak 500 kepala keluarga di RW 6 menjadi korban banjir. Saat ini, seluruh warga mengungsi ke berbagai titik pengungsian terdekat.
"Semua warga sudah dievakuasi oleh petugas. Namun barang elektronik tidak bisa diselamatkan," ujarnya.