Kuningan Diguncang Gempa Akibat Aktivitas Sesar Baribis Segmen Ciremai

Minggu, 29 September 2019 11:52 Reporter : Ya'cob Billiocta
Kuningan Diguncang Gempa Akibat Aktivitas Sesar Baribis Segmen Ciremai Ilustrasi Gempa Bumi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Gempa bermagnitudo 2,9 SR mengguncang Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Minggu (29/9) pukul 08.56 WIB. Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, penyebab gempa diduga akibat aktivitas sesar baribis segmen Ciremai.

"Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake, yang dipicu sesar aktif," ujar Daryono kepada wartawan.

Menurut Daryono, gempa terjadi di darat pada jarak 17 km tenggara Kota Kuningan, dengan kedalaman 13 kilometer dan merupakan jenis gempa kerak dangkal.

BMKG mencatat guncangan gempa terasa di Kuningan, Cikijing, Kadugede, Sangkanurip, Kalimanggis dan Bojong.

Beberapa warga di Kuningan sempat berlarian keluar rumah karena terkejut akibat guncangan yang terjadi tiba-tiba. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut.

Daryono menuturkan bahwa daerah tersebut dilalui sesar baribis, tepatnya Segmen Ciremai. Segmen Ciremai memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum 6,5 SR. Sesar ini juga memiliki laju pergeseran sesar 0,1 milimeter per tahun.

Berdasarkan catatan sejarah, daerah tersebut sudah beberapa kali diguncang gempa tektonik, yaitu pada 1947, 1955 dan 1973 yang melanda daerah barat daya Gunung Ciremai dan sekitarnya. Diduga karena berkaitan dengan struktur sesar aktif yang melintas di wilayah tersebut.

Catatan BMKG juga menunjukkan jalur segmen sesar ini memicu gempa terakhir pada 8 Februari 2018 dengan kekuatan 3,1 SR dan 25 Juni 2019 dengan kekuatan 2,6 SR. Dua gempa ini juga dipicu aktivitas Sesar Baribis segmen Ciremai.

"Aktivitas gempa Kuningan pagi tadi dapat menjadi pengingat dan 'alarm' bagi masyarakat Kuningan dan sekitarnya bahwa ada potensi gempa di wilayahnya sekaligus mengokohkan pendapat ahli bahwa jalur Sesar Baribis, khususnya Segmen Ciremai, masih sangat aktif," ujarnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Gempa
  2. Kuningan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini