Kubu Prabowo: Robertus Robet Tak Berniat Hina TNI, Hanya Kritik Wacana Dwifungsi

Kamis, 7 Maret 2019 16:55 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Kubu Prabowo: Robertus Robet Tak Berniat Hina TNI, Hanya Kritik Wacana Dwifungsi Robertus Robert. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Andre Rosiade angkat bicara soal aktivis Robertus Robet yang ditangkap polisi karena diduga melakukan ujaran kebencian dengan mengubah lirik Mars ABRI yang kini menjadi TNI. Menurutnya, Robert tak menghina dan hanya mengkritik wacana dwifungsi TNI lewat lagu.

"Saudara Robertus Robet tuh kalau menurut saya ya tidak punya niat menghina TNI. Kan waktu itu konteksnya dia pidato untuk mengkritik rencana dwifungsi TNI yang dilakukan oleh pemerintah Pak Jokowi," kata Andre kepada wartawan, Kamis (7/3).

Andre menjelaskan, lirik yang diucapkan Robet adalah lagu yang sering dinyanyikan aktivis pada tahun 1998-1999 tanpa bermaksud menghina TNI. Menurutnya, Robet mengingatkan supaya dwifungsi TNI tidak terjadi lagi layaknya dwifungsi ABRI saat masa orde baru.

"Karena bagi kita sekarang, seluruh rakyat Indonesia, terus terang maksud saya TNI sekarang sudah menjadi institusi yang profesional. Bagaimana reformasi ini berhasil menjadikan TNI salah satu institusi yang berhasil bertransformasi ya dari dwifungsi ABRI waktu itu," tuturnya.

Andre menuturkan, sikap Robet juga untuk mengingatkan supaya pemerintahan Jokowi tidak menempatkan TNI di jabatan sipil. Dia pun meminta Jokowi sadar sebagai penikmat reformasi dan mengemban jabatan penting di negara mulai dari Walikota Solo, Gubernur DKI hingga Presiden RI.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra itu pun mengusulkan supaya pemerintah melalui Panglima TNI memperluas struktur organisasi dan unit tempurnya dibanding menempatkan perwira menengah dan tinggi TNI di jabatan sipil.

"Misalnya kodamnya, batalyonnya ditambah, lalu unit unit tempurnya ditambah, unit yang lain lah yang TNI lebih memahami," imbuhnya.

Setelahnya, tinggal persetujuan dan diberi anggaran yang cukup untuk membiayai organisasi baru serta penambahan anggaran untuk belanja alat utama sistem senjata (alutsista).

"Itu lebih baik dilakukan pemerintah daripada merusak cita-cita reformasi. Jadi saya ingatkan Pak Jokowi sebagai penikmat reformasi anda jangan seret seret kembali TNI kepada dwifungsi ABRI seperti zaman orde baru yang jelas-jelas salah," pungkas aktivis '98 itu.

Polri telah menetapkan aktivis Robertus Robet sebagai tersangka karena diduga menghina institusi TNI. Dia pun masih menjalani pemeriksaan penyidik Mabes Polri.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Robertus tidak ditahan karena ancaman hukumannya hanya dua tahun.

Robertus Robet dijerat Pasal 45 A ayat (2) Jo 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

Sebelumnya, beredar video Robertus Robert melakukan orasi dalam acara Kamisan di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Robertus menyanyikan mars ABRI, tetapi tidak sesuai liriknya.

Angkatan Bersenjata Republik Indonesia

Siap sedia

Mempertahankan

Menyelamatkan

Negara Republik Indonesia

Oleh Robert, liriknya telah diubah sehingga mengandung ujaran kebencian pada angkatan bersenjata.

Angkatan Bersenjata Republik Indonesia

Tidak berguna

Bubarkan saja [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini