KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Kuasa hukum sebut Rizieq siap ditangkap di Saudi kalau memang salah

Kamis, 14 September 2017 20:13 Reporter : Nur Habibie
Habib Rizieq. ©kapanlagi.com

Merdeka.com - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan bahwa dirinya siap ditangkap oleh aparat kepolisian jika dilakukan di Arab Saudi. Hal itu disampaikan langsung oleh kuasa hukumnya yaitu Eggy Sudjana ketika bertemu dengan Rizieq saat melakukan ibadah haji.

"Kalau benar saya salah, silakan tangkap saya di sini di Saudi. Tetapi kalau betul saya salah, tetapi kan tidak juga," kata Eggy menirukan ucapan Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Eggy mengklaim dalam kasus chat mesum Rizieq dengan Firza Husein, polisi belum mempunyai bukti yang kuat untuk menangkap pimpinan FPI itu.

"Bahkan, Kapolri terakhir katakan tidak cukup alat bukti dan akan diproses SP3, itu yang ditunggu Habib," klaimnya.

Namun, Rizieq juga menunggu dari keputusan Presiden Joko Widodo. Karena Jokowi lah yang bisa menyelesaikan kasus yang menimpa Rizieq tersebut.

"Tetapi semua bermuara pada Presiden Jokowi, apa Presiden mau lihat bangsa dan negara ini aman dan tentram," tandasnya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yaitu Eggy Sudjana menyatakan bahwa Rizieq ingin sekali kembali ke tanah air Indonesia. Tapi, kepulangan Rizieq ke Indonesia itu ternyata mempunyai banyak permintaan atau persyaratan.

Eggy menyebut salah satu persyaratannya itu ialah polisi tidak akan menangkap dirinya jika kembali ke Indonesia, terutama atas kasus chat mesum dengan Firza Husein.

"Habib dengan sadar mau pulang kalau datang tidak ditangkap. Dia berjanji tidak akan terjadi kerusuhan dan hal-hal lain," kata Eggy di Pengadilan Negri Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Selain meminta kepada polisi agar dirinya tidak ditangkap, Rizieq melalui Eggy juga meminta kepada Presiden Joko Widodo agar polisi segera menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Lebih lanjut, Eggy menambahkan jika Rizieq ditangkap, maka kliennya itu tak akan mampu untuk mencegah daya radikalisme para pengikutnya.

Menurut Eggy, jika Rizieq ditangkap, kliennya tidak itu akan mampu mencegah daya radikalisme para pengikutnya. "Belum lagi jika ada pihak-pihak lain yang mendompleng situasi itu. Jadi garansinya Presiden," ucapnya.

Pulang atau tidaknya Rizieq, Eggy menerangkan bahwa keputusan tersebut ada di tangan Presiden. Karena menurutnya, Presiden merupakan panglima tertinggi di Indonesia.

"Kalau Presiden mengatakan silakan Habib Rizieq pulang, maka semua dalam kondisi aman. Karena Presiden adalah Panglima tertinggi dari TNI dan Polri. Jadi dia berhak katakan keadaan itu," ucapnya.

Namun, Jika Presiden tidak melakukan tindakan yang Rizieq inginkan, maka Rizieq dipastikan tidak akan pulang. Hal itu menurutnya agar menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

"Kalau tidak ya sudah, Habib tidak pulang demi jaga persatuan bangsa Indonesia ini," tandasnya.

[eko]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.