Kualitas perguruan tinggi Indonesia bikin Menristekdikti risau

Minggu, 12 Maret 2017 01:28 Reporter : Arie Sunaryo
Kualitas perguruan tinggi Indonesia bikin Menristekdikti risau Menristek Muhammad Nasir. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Jumlah Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia saat ini mencapai sekitar 4.400, baik yang berada dibawah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) maupun Kementerian Agama (Kemenag).

Namun sayang, dari jumlah tersebut, hanya ada 2 yang masuk jajaran 500 PT dunia. Kondisi tersebut membuat Menristekdikti, Mohammad Nasir risau.

"Kualitas PT di Indonesia sepeti ini jelas membuat saya risau. Dengan jumlah penduduk 225 juta, kita memiliki PT sebanyak 4.400-an. Cina yang jumlah penduduknya 1,4 miliar hanya memiliki PT hanya 2.824."

"Tapi di sana ada 18 PT yang masuk 500 PT terbaik di dunia," keluh Nasir, saat memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-41 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (11/3).

Bahkan, lanjut menteri, di antara negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia juga masih kalah dalam publikasi ilmiah internasional. Ia mencontohkan, tahun 2014, Malaysia tercatat sebanyak 28 ribu publikasi internasional, sedangkan Singapura sebanyak 18 ribu, Thailand mencapai 11 ribu. Sementara Indonesia hanya 4.200 publikasi ilmiah internasional.

"Tahun 2016, Malaysia turun menjadi 26 ribu, Singapura menjadi 17 ribu, Thailand naik menjadi 13 ribu, sedangkan Indonesia saya targetkan 6.250 publikasi internasional tahun 2016," ungkapnya.

Ternyata dari target tersebut hingga Desember 2016 tercatat sebanyak 9.989 publikasi internasional. Bahkan per tanggal 9 Maret 2017 telah tercatat sebanyak 11.375 publikasi internasional.

Nasir menilai, meningkatnya jumlah publikasi internasional tersebut bukan hanya disebabkan adanya kebijakan kewajiban menulis jurnal internasional. Namun juga karena adanya berbagai regulasi dan perbaikan anggaran riset.

Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi, dalam sidang senat terbuka mengatakan, UNS terus melakukan penguatan untuk menuju World Class University yang berbasis keunggulan budaya nasional.

"Kami terus melakukan penguatan, membuka diri sebagai rumah bagi warga dunia akademik untuk berkunjung sebagai bagian dari program 100 visiting lecture," tuturnya.

Ia mengatakan, UNS juga menargetkan mampu menghasilkan 1.500 jurnal internasional yang terindeks scopus hingga tahun 2017 ini. Pihaknya juga bercita-cita salah satu staf UNS bisa memenangkan hadiah Nobel dibidang ilmu sosial budaya pada tahun 2030 mendatang.

Pada Dies Natalis ke-41 tersebut, UNS juga memberikan UNS Award kepada Goenawan Soesatyo Mohammad. Dalam pidato orasi ilmiah yang berjudul Universitas dan Pasca Kebenaran, Goenawan Mohammad, mengatakan dengan laku dengan praxis yang bersungguh-sungguh, ilmu mendapatkan kebenarannya dan pengalaman mendapatkan kearifannya. [hrs]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini