KTP Dicatut, Kuli Bangunan Ini Ditagih Pajak Mobil Roll Royce Phantom Rp200 Juta

Rabu, 20 November 2019 22:00 Reporter : Merdeka
KTP Dicatut, Kuli Bangunan Ini Ditagih Pajak Mobil Roll Royce Phantom Rp200 Juta Korban Pengemplang Pajak Roll Royce. ©2019 Liputan6.com/Ditto Radityo

Merdeka.com - Dimas Agung heran bukan kepalang saat kemarin rumahnya disambangi petugas dari badan retribusi pajak kendaraan DKI dan Samsat Polda Metro Jaya. Pemuda berusia 21 tahun pun bertanya, pajak apa yang sebenarnya telah ia kemplang.

"Saya kaget, hah? Mobil mewah, mobil darimana pak? Mau ditaruh dimana juga mobilnya? Di sumur?," kata dia mengingat kejadian kemarin dan menuturkannya ulang kepada Liputan6.com, Rabu (20/11/2019).

Meski mengaku shock, pria karib disapa Agung ini berusaha tenang. Pendiriannya teguh selama tak berbuat salah ia tak akan merasa takut.

Petugas pun lalu menujukkan alamat rumahnya yang sama dengan alamat STNK mobil mewah tersebut. Di sana tertera nominal Rp200 juta untuk merek Roll Royce Phantom dengan nama pemilik Ari.

"Namanya Ari, itu mobil katanya harga Rp20 miliar, gimana mau punya mobil, rumah saya saja seperti ini," kata Agung sambil menengok kediamannya yang terletak di gang sempit di Jalan Mangga Besar IV P Jakarta Barat ini.

Agung mengatakan petugas yang berada di rumahnya pun langsung percaya bahwa tak ada kebohongan dari pengakuannya. Pria yang kesehariannya sibuk menjadi kuli bangunan ini pun diminta membubuhi tandatangan dalam surat pemblokiran yang akan membersihkan namanya dari pengemplang tak bertanggung jawab.

"Jadi ya semoga sekarang kalau ngurus apa-apa gitu sudah bisa, nama saya udah diblokir dari yang tertera di pajak mobil mewah itu bukan jadi data saya lagi," tutur dia lega.

1 dari 2 halaman

Tahu Namanya Dicatut Saat Ingin Bikin BPJS

Agung bercerita, awal mula ia mengetahui namanya dicatut pengemplang pajak sekira dua sampai tiga bulan lalu. Dia tak ingat kapan persisnya namun saat itu, dirinya sedang ingin mendaftarkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Namun sebelumnya bisa mendapatkan KIS, Agung diminta melengkapi dengan kepemilikan BPJS. Saat tengah mendaftarkan diri tersebut lah, Agung diberitahu petugas administrasi bahwa dirinya tidak layak mendapat keringanan BPJS karena dirinya tercatat memiliki kendaraan mewah.

"Saya langsung pasrah, punya kendaraan mewah bagaimana, tidak tahu jugalah," kata Agung pasrah kala itu.

Hingga sebulan kemarin datanglah surat tagihan pajak mobil mewah yang mampir ke rumahnya. Dari situ lah Agung merasa semua terhubung.

"Oh jadi ini maksudnya, dari situ saya baru nyambung yang dikatakan petugas BPJS itu, tapi ya saya diemin aja itu surat karena ya saya pikir bukan punya saya juga," jelas dia.

Agung yang awalnya cuek tak menanggapi, hingga surat itu datang sampai tiga dan kemarin datanglah petugas terkait.

2 dari 2 halaman

Curiga Dicurangi Teman

Agung mengaku tidak pernah memberikan KTP termasuk data dirinya kepada siapa pun. Kecuali pada 2017 dirinya pernah membantu temannya yang ingin membeli motor dengan persyaratan KTP.

"Teman saya tidak punya KTP, minta tolong pinjem ke saya, saya kasih," kata dia.

Setelah itu Agung merasa tak ada yang terjadi. Karenanya hidupnya pun berjalan biasa saja setelahnya. Hingga dua tahun setelahnya di 2019 datanglah tagihan pajak Rp 200 juta untuk Roll Royce Phantom.

"Jadi sepertinya dari 2017 ya biasa saja, mungkin pajak mobil itu dibayar terus nah baru tahun ini mungkin telat bayar jadi ditagih gini," Agung menandasi. [ded]

Baca juga:
Terjaring Razia, Mobil Pemadam Kebakaran Ketahuan Tunggak Pajak Lima Tahun
Mulai Desember, Bea Balik Nama di Jakarta Naik Jadi 12,5 Persen
Janji Anies Bagi Pengguna Kendaraan Listrik: Insentif Pajak dan Parkir Murah
Program Penghapusan Denda Pajak Kendaraan di Jabar Dimulai 10 November
Sebanyak 2,2 Juta Kendaraan Bermotor di Jakarta Menunggak Pajak

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini