Kronologi Perampok Habisi Nyawa Driver Grabcar di Palembang Dalam Waktu 15 Menit
Merdeka.com - Tiga dari empat pelaku perampokan disertai pembunuhan driver Grabcar, Sofyan (45) berhasil ditangkap Polda Sumsel. Modus yang digunakan adalah meminta tolong kepada orang tak dikenal untuk memesan taksi agar menghilangkan jejak.
Tersangka pertama Ridwan (42) ditangkap lebih dulu. Selang beberapa hari, dua pelaku lain, FR (16) dan Acundra (21) yang merupakan warga Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumsel diciduk. Sementara Akbar yang menjadi otak pelaku masih diburu petugas.
Para pelaku meminta bantuan seorang perempuan yang tidak dikenal untuk memesan taksi online. Mereka berangkat dari SPBU KM 4,5 dengan tujuan KFC Simpang Bandara Palembang.Di dalam mobil Daihatsu Sigra milik korban, Akbar duduk di bangku sebelah korban, Ridwan di bangku tengah sebelah kiri, FR di bangku tengah sebelah kanan, dan Acundra di tengah-tengah Ridwan dan FR.
Setelah sampai di tujuan, Akbar memulai aksinya. Dia menarik tangan korban, kemudian FR dan Acundra mencekik leher hingga tewas. Sementara Ridwan keluar mobil untuk mengawasi situasi sekitar.
Mengetahui korban tewas, Akbar mengemudikan mobil menuju Musi Rawas Utara. Di tengah perjalanan, tepatnya di Desa Lubuk Karet, Betung, Banyuasin, mobil itu habis bahan bakar. FR pun berinisiatif menjualkan handphone miliknya kepada orang tak dikenal dengan harga Rp 200 ribu untuk membeli bensin.
Lalu, para pelaku membuang mayat korban di salah satu perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Lakitan, Musi Rawas Utara. Pelaku Akbar menjual mobil korban ke daerah Jambi seharga Rp 22,5 juta.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara mengatakan, para pelaku menghabisi korban secara bergantian di dalam mobil. Durasinya hanya sekitar 15 menit saja.
"Ada yang memegang tangan, ada yang mencekik, terus begitu, mereka bergantian sampai korban tewas," ungkap Yoga, Senin (19/11).
Menurut dia, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rekonstruksi untuk menggambarkan kejadian sebenarnya dengan dicocokkan pengakuan para tersangka.
"Nanti ada rekonstruksi, belum kita jadwalkan, kita dalami dulu kasus ini sambil menangkap otak pelaku," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya