Kronologi Pecatan TNI di Kendari Culik 6 Bocah

Rabu, 1 Mei 2019 17:48 Reporter : Liputan6.com
Kronologi Pecatan TNI di Kendari Culik 6 Bocah Korban penculikan pecatan TNI di Kendari. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Lima dari enam bocah korban penculikan yang diduga dilakukan anggota TNI di Kendari menjalani pengobatan serius. Salah seorang korban ternyata merupakan putri dari salah seorang anggota TNI yang bertugas di Kota Kendari. Dia sempat hilang pada 27 April.

Hal ini diungkapkan Kepala Staf Korem 143 Halu Oleo Kendari, Letkol Inf Arif Susanto, Selasa (30/4). Pihaknya juga mengakui pelaku penculikan pernah berdinas di TNI, tetapi saat ini sudah dipecat.

"Salah satunya ada anak dari anggota kami. Sehingga intelijen kami dan Polri sudah melakukan kerja sama untuk menangkap pelaku," ujar Arif Susanto.

Dia melanjutkan, pelaku penculikan pernah terlibat kasus yang sama terhadap anak di bawah umur, serta sempat dihukum berat di Yonif 725 Woroagi oleh komandannya.

Saat melakukan aksi terakhirnya, Senin (29/4) terhadap salah satu bocah sekolah dasar di Kota Kendari, pihak TNI langsung bertindak. Sejak 29 April, surat pemecatannya langsung dikeluarkan oleh Korem 143 Halu Oleo.

"Terhitung sejak Senin, sudah inkracht diputuskan satu tahun sudah desersi dengan tambahan pemecatan," ujar Arif Susanto.

Dia menambahkan, pada 27 April saat melakukan aksinya yang kelima, pelaku masih berstatus anggota TNI. Kasrem juga menegaskan, jika perlu ada tindakan khusus maka pihaknya akan menyerahkan kepada aturan yang berlaku.

Dia kembali menegaskan, pelaku merupakan anggota TNI yang berasal dari Ambon, Maluku. Kasrem juga mengungkapkan, identitas pelaku sebenarnya yang diketahui berpangkat Prada sebelum dipecat.

"Dia bernama Adrianus Pattian, masuk di TNI pada tahun 2011 dan langsung bertugas di Yonif 725 Woroagi," ujarnya.

Setelah seminggu menjadi buruan anggota kepolisian dan TNI, pelarian pelaku akhirnya berakhir. Pelaku ditangkap sekitar pukul 10.25 WITA, Rabu (1/5).

Bersama warga, puluhan anggota polisi dan TNI awalnya mengepung kompleks indekos tempat pelaku. Warga sempat melihat keberadaan pelaku sejak subuh.

Tiba-tiba sebuah teriakan datang dari arah belakang indekos. Seorang anak kecil memanggil warga lainnya yang ternyata sudah bersiaga di lokasi. Saat pengepungan, anak-anak di lokasi pun ramai membantu warga dan aparat mencari pelaku.

Ternyata anak kecil itu melihat pelaku penculikan bersembunyi di bawah kolong rumah salah seorang warga di Lorong 55 Kelurahan Wawowanggu Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Warga berkerumun.

Pertama kali dilihat, Adrianus Pattian dalam posisi tiarap di tanah menutup kepalanya. Adrianus sempat berusaha menyembunyikan kepalanya dengan baju kaos.

Pelaku yang hendak keluar kolong rumah, langsung dikejar dan disergap. Warga dan anggota TNI serta polisi yang berada di lokasi kejadian langsung mengejar dan mengerumuni pelaku.

Pelaku yang pasrah dan tak bisa melarikan diri, langsung menjadi sasaran pukulan dan tendangan dari warga yang geram dengan aksi pelaku.

Belasan anggota TNI yang memakai seragam lengkap tak mampu mengendalikan ratusan massa yang berkerumun. Sekitar 5 menit dihujani pukulan, pelaku penculikan itu akhirnya berhasil diarak menuju sebuah mobil milik anggota TNI.

Pelaku penculikan anak Adrianus Pattian dibawa ke markas Detasemen POM TNI Kendari begitu ditangkap. Belasan personel TNI berseragam lengkap langsung mengawal pelaku yang sudah babak belur.

Pelaku diarak masuk ke mobil yang melintas di sekitar lokasi penangkapan. Mobil Toyota berwarna merah itu, langsung melarikan pelaku yang nyaris tewas karena dikerumuni massa.

Dari foto yang beredar, pelaku sudah berada di dalam salah satu ruangan milik anggota TNI. Pelaku dalam kondisi tak memakai baju, tangan terikat dan penuh luka-luka karena dihajar massa.

Keberadaan pelaku yang berada di Markas Detasemen POM TNI dibenarkan Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi. Dia mengatakan, pelaku sudah ditangkap.

"Dibawa di Markas POM sekarang. Ini saya mau pergi lihat ya," ujarnya.

Saya ditanya alasan dibawa ke Markas POM, Kapolres belum mau menjelaskan dan buru-buru langsung menyudahi konfirmasi via telepon seluler. "Saya belum tahu kenapa. Nanti ya, sudah dulu ya," ujarnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Penculikan
  2. Penculikan Anak
  3. Kendari
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini