Kronologi Kasus Reyndhart Rossy, Konsumsi Ganja Untuk Obat Kelainan Saraf

Kamis, 11 Juni 2020 12:56 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Kronologi Kasus Reyndhart Rossy, Konsumsi Ganja Untuk Obat Kelainan Saraf Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Reyndhart Rossy Siahaan (37) menderita penyakit kelainan saraf yang membuat badannya sering mengalami kesakitan. Sebelum sakit, dia bekerja sebagai porter yang mengharuskannya mengangkut barang berat.

Pasca sakit, Rossy harus kehilangan pekerjaan, dan merantau ke Labuan Bajo, NTT untuk bekerja. Awalnya, Rossy tinggal di Jakarta.

Pada 2016, Rossy pergi ke Labuan Bajo untuk kembali bekerja, kali ini di bidang pariwisata. Namun, pada 2018 penyakitnya kembali kambuh, dan ia merasa terus kesakitan, kemudian mencoba berbagai pengobatan medis, namun masih terus merasakan sakit.

“Pada 2019, Rossy lelah dengan pengobatan medis, dan mencari informasi pengobatan lainnya, akhirnya ia menemukan informasi bahwa penyakitnya bisa ditangani dengan konsumsi air rebusan ganja,” jelas Kuasa Hukum Reyndhart Rossy, Herie CN Lay dalam siaran pers, Kamis (11/6).

Akhirnya Rossy mencari informasi bagaimana cara mengakses ganja. Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia mengkonsumsi ganja, yang hanya dilakukan dengan meminum air rebusan ganja, tidak pernah menghisap ganja. Sejak meminum air rebusan ganja, Rossy merasakan kesembuhan dan kondisi tubuh yang lebih baik.

Pada November 2019 lalu, Rossy kembali berusaha mendapatkan ganja, sayangnya pada 17 November 2019, Rossy ditangkap polisi di petakan kos-nya.

“Atas dasar ditemukannya ganja 428,26 gram dalam kotak, yang baru tiba di petakan kos-nya, belum digunakan sama sekali. Selain itu di saku celana Rossy juga ditemukan ganja 2,52 gram,” lanjut Herie.

Baca Selanjutnya: Tanpa Didampingi Pengacara...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini