Kriss Hatta Dipindah ke Rutan Polda Metro Jaya di Hari Ulang Tahun

Jumat, 26 Juli 2019 21:16 Reporter : Nur Habibie
Kriss Hatta Dipindah ke Rutan Polda Metro Jaya di Hari Ulang Tahun Kriss Hatta Dipindah ke Rutan Polda Metro Jaya. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Artis Kriss Hatta terpaksa harus merayakan hari ulang tahunnya di Rutan Polda Metro Jaya. Kriss merupakan tersangka atas kasus penganiayaan terhadap Anthony Hilenaar.

Pantauan merdeka.com, Kriss keluar dari Gerung Resmob menuju ke Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya sekitar pukul 20.15 WIB. Saat dipindah dengan menggunakan pakaian tahanan berwarna oren, Kriss dikawal sejumlah anggota polisi.

Saat kepindahan Kriss dari Resmob ke ruang tahanan, terlihat pihak keluarga dari Kriss juga ikut mendampingi kepindahan Kriss ke ruang tahanan. Salah satunya yakni ibundanya Tuty Suratinah yang sambil membawa kue ulang tahun untuk anaknya itu.

"Harapan saya biar masalah saya cepet selesai dan proses perdamaian saya bisa terjalin dengan baik," kata Kriss saat menuju ke ruang tahanan, Jumat (26/7).

Sementara itu, Tuty mengaku sangat terkejut saat mengetahui putranya itu dipindah dari Gedung Resmob ke ruang tahanan Polda Metro Jaya.

"Kaget pasti iya," ungkap Tuty.

Ia pun merasa sangat kecewa, dengan kepindahan Kriss dari Gedung Resmob ke ruang tahanan. Terlebih, ia berniat ingin merayakan hari ulang tahun anaknya itu.

"Ya kecewa si," tegasnya.

Meski begitu, ia mengaku tetap mengikuti prosedur yang sudah ada. "Ya kita ngikutin prosedurnya," tutup Tuty.

Sebelumnya, Kriss Hatta dilaporkan ke polisi karena kasus penganiayaan. Pelaporan tersebut dibuat oleh pria bernama Antony.

Sepucuk surat pelaporan polisi itu diunggah oleh akun gosip @lambe_turah. Kriss dikabarkan telah memukul seorang pria di sebuah klub malam.

"Wuih ade ape lagi nih yes. Kok ampe bisa begitu," tulis akun @lambe_turah pada unggahannya Minggu (7/4).

Dalam Tanda Bukti Lapor yang disebarkan melalui akun Instagram Lambe Turah, laporan tersebut bernomor LP/2109/IV/2019/PMJ/Dit. Reskrimum. Pelapor atas nama Antony memasukkan perkara tersebut pada 6 April 2019.

Tak hanya selembar surat, diunggah juga sebuah foto yang diduga merupakan korban. Terlihat pada area hidung bercucuran darah. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini