Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPK perpanjang masa penahanan suami Inneke Koesherawati

KPK perpanjang masa penahanan suami Inneke Koesherawati Fahmi darmawansyah ditahan kpk. ©2016 Merdeka.com/anisyah

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan perpanjangan masa penahanan terhadap Fahmi Darmawansyah, tersangka pemberi suap terhadap Eko Susilo Hadi, deputi informasi hukum dan kerjasama Bakamla. Perpanjangan masa penahanan dilakukan selama 40 hari ke depan.

"Perpanjangan masa penahanan 40 hari ke depan untuk FD yang terindikasi suap proyek di Bakamla atas operasi tangkap tangan pada akhir 2016 lalu. Berlaku sejak 13 Januari sampai 20 Februari," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (10/1).

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) menangkap empat orang dan uang setara dua miliar dalam operasi tangkap tangan melibatkan pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla). Uang tersebut terkait suap dalam proyek pengadaan alat monitoring satelit di Bakamla dalam APBN-P 2016.

Tiga dari empat tersangka tersebut merupakan pegawai swasta yang bekerja di PT Melati Technofo Indonesia (MTI), Hardy Stefanus dan M Adami Okta, serta Direktur PT MTI, Fahmi Dharmawansyah. Deputi Informasi, Hukum, dan Kerjasama Bakamla, Edi Susilo Hadi, juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Dalam pengusutan kasus ini, penyidik KPK berkolaborasi dengan POM TNI untuk menyelidiki dugaan keterlibatan oknum perwira TNI, dalam dugaan suap proyek pengadaan di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Kolaborasi antara KPK dan Pom TNI itu tampak dalam pemeriksaan Fahmi Darmawansyah, bos PT Melati Technofo Indonesia (MTI) yang kini telah berstatus tersangka.

"Ada tiga penyidik (dari Pom TNI ikut periksa)," kata Fahmi usai diperiksa.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung sekitar lima jam itu, suami artis Inneke koesherawati ini dicecar sejumlah pertanyaan. Di antaranya terkait Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksamana Pertama TNI Bambang Udoyo.

Fahmi mengaku, tidak mengenal sosok Bambang yang menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan satelit monitor di Bakamla. "Ya (sempat ditanya soal Bambang Udoyono)," tukasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP