Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPK Ingatkan Pengusaha Harus Berani Tanding Bukan Bersanding untuk Korupsi

KPK Ingatkan Pengusaha Harus Berani Tanding Bukan Bersanding untuk Korupsi Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pengusaha berani bersaing secara sehat. Bukan malah bersanding atau bekerja sama melakukan korupsi.

Pernyataan itu disampaikan pimpinan KPK, Nurul Ghufron, karena melihat dominasi swasta dalam angka penindakan lembaga antirasuah itu.

"Belakangan dalam angka penindakan korupsi KPK, pihak yang paling banyak ditangkap korupsi adalah swasta. Hal ini merisaukan karena semestinya swasta jauh dari korupsi ternyata malah sebaliknya," kata Ghufron melalui keterangan resmi. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (17/3).

Wakil Ketua KPK itu menjelaskan pengusaha adalah pejuang pemberani yang menantang ketidakpastian. Berani mengubah tantangan menjadi kesempatan untuk menghasilkan keuntungan.

Sebab dunia usaha membutuhkan iklim kepastian kondusivitas untuk berusaha. Karena pengusaha hidup secara mandiri tidak tergantung bahkan membantu Pemerintah menciptakan lapangan kerja dan pajak.

Korupsi dalam bentuk suap, gratifikasi, dan kerugian negara banyak dilakukan pihak swasta karena untuk mendapatkan izin mereka harus menyuap. Kalau tidak, izin tidak keluar dan untuk memperpanjang izin kembali harus menyuap agar diperpanjang.

"Untuk mendapatkan pekerjaan atau proyek harus deal dengan memberi uang kepada kepala daerah dan stafnya. Kondisi seperti ini adalah kondisi laksana Indonesia masih dijajah, rakyat ada yang memilih menjadi penjilat dan berdekatan dengan penjajah," katanya pula.

"Kondisi usaha yang seperti ini tidak akan mendidik pengusaha untuk menjadi pengusaha pilih tanding dan kuat berkompetisi dengan luar negeri, karena mereka hanya terbiasa mendapatkan proyek bukan dengan kompetisi yang sehat tapi hanya mencari kedekatan dengan pemerintah," ujar dia lagi.

Ghufron mengajak pengusaha untuk mengubah kondisi ini menjadi iklim usaha yang berkepastian, adil, dan berkeadilan mendukung kompetitif. Sebab hanya iklim demikian yang akan melahirkan usaha bebas korupsi.

"KPK berharap tumbuh komitmen dari para pengusaha untuk mengubah dan memperbaiki dunianya, karena hanya dari dan oleh pengusaha sendiri yang mampu mengubah dunia tanpa korupsi," kata dia pula.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP