Kota Solo Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Jateng, Ini Alasannya

Kamis, 14 Januari 2021 02:31 Reporter : Arie Sunaryo
Kota Solo Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Jateng, Ini Alasannya Distribusi Vaksin Covid-19 di Puskesmas Cilincing. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Kota Solo menjadi salah satu daerah yang mendapat prioritas untuk program vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah. Bersama Kota dan Kabupaten Semarang, Kota Solo akan memulai penyuntikan Vaksin Sinovac pada Kamis (14/1) besok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan terpilihnya Solo karena merupakan kota terbesar kedua setelah Semarang. Selain itu, Kota Solo juga memiliki jumlah tenaga kesehatan (nakes) terbanyak serta jumlah kasus terpapar Covid-19 yang tinggi.

“Jumlah kasus kita tinggi, nakes kita juga sangat banyak,” ujar Siti disela konferensi pers di kantornya, Rabu 13/1).

Siti menyampaikan, saat ini jumlah total tenaga kesehatan di Kota Bengawan mencapai 10.620 orang. Mereka tersebar di puluhan fasilitas kesehatan serta rumah sakit, baik negeri maupun swasta.

Pertimbangan lainnya, dikatakan Siti, di Solo ada belasan rumah sakit yang saat ini menjadi rujukan pasien positif Covid-19
dari daerah sekitarnya. Yakni di eks Karesidenan Surakarta. Meliputi Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Wonogiri serta Sragen. Bahkan wilayah Purwodadi serta Jawa Timur bagian barat.

“Di Solo ini kan juga banyak rumah sakit rujukan, itu salah satu alasannya kita masuk menjadi yang pertama,” katanya.

Siti menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah menyerahkan 10.601 dosis vaksin Sinovac ke Dinas Kesehatan Kota (DKK), Selasa kemarin. Jumlah tersebut masih kurang 11, karena harus diberikan kepada para pejabat yang jugq akan disuntik vaksin besok pagi di RSUD Bung Karno.

Lebih lanjut ia menerangkan, untuk teknik pemberian vaksin kepada nakes, 1 nakes atau pendukungnya mendapat 2 kali dosis. Untuk masing masing dosis sebanyak 0,5 cc, Dengan jarak dosis 1 dan dosis 2, 14 hari.

“Ini akan diberikan kepada 33 faskes (fasilitas kesehatan) yang ditunjuk oleh pemerintah. Yaitu 17 Puskesmas, satu klinik Bhayangkara, dan 14 rumah sakit. Hampir semua rumah sakit, kecuali rumah sakit mata, rumah gigi mulut dan rumah sakit jiwa,” terangnya.

Siti mengaku belum mengetahui kapan untuk pengiriman vaksin tahap kedua akan datang. Menurutnya pemerintah akan mengimunisasi minimal 70 persen dariseluruh jumlah penduduk secara bertahap. Sesuai roadmap, vaksin akan dilakukan dalam 4 tahap, hingga Maret 2022. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini