Kota Solo Dinilai Belum Perlu Terapkan PSBB
Merdeka.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan Kota Bengawan masih belum perlu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), seperti DKI Jakarta atau sejumlah daerah di Jawa Barat. Penerapan PSBB dinilai tidak akan efektif karena sejumlah faktor.
"Beberapa daerah sudah melaksanakan PSBB itu hal yang bagus. Tapi kalau hanya untuk Kota Solo sendiri tidak akan efektif. Solo itu hanya sebagai rujukan. Pendatang yang masuk Solo itu kan juga tidak bisa kita batasi. Kalau mau membatasi ya seluruh Solo Raya," katanya di Solo, Senin (13/4).
Dia mengakui jika Kota Solo tidak bisa berdiri sendiri. Solo Raya atau eks Karesidenan Surakarta merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan saling ketergantungan. Sehingga jika akan menerapkan PSBB harus seluruh Solo Raya, yakni Kota Solo, Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Klaten, Wonogiri dan Boyolali.
Selain itu sebaran kasus Covid-19 di Solo Raya lebih didominasi kabupaten sekitar. Dari jumlah kasus positif Covid-19, Kota Solo hanya 30 persen. Sedangkan sisanya didominasi kabupaten sekitar yang sebagian besar melakukan perawatan di rumah sakit di Solo. Jumlah PDP dan ODP yang tinggi pun ternyata juga berasal dari daerah sekitar Kota Solo.
Terkait kemungkinan mobilitas pemudik ke daerah lain, Ahyani tak mengkhawatirkannya. Apalagi untuk ASN yang sudah memahami SOP jika harus mudik. Yakni akan menjadi karantina selama 14 hari.
"Saya kira ASN sudah tahu, nggak akan ada banyak manfaatnya kalau harus mudik. Kalau kunjungan singkat mungkin saja," tutupnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya