Kota Kediri Kaji Peluang Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim 2029, Siapkan Infrastruktur Matang
Pemerintah Kota Kediri serius mengkaji potensi menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2029, dengan persiapan infrastruktur dan proyeksi dampak ekonomi signifikan yang diharapkan mampu menggerakkan daerah.
Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, kini tengah melakukan kajian komprehensif terkait rencana menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi, Porprov Jatim 2029. Kajian ini bertujuan untuk memastikan segala aspek kesiapan daerah agar dapat menyelenggarakan acara dengan sukses dan memberikan dampak positif.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa Porprov merupakan kegiatan prestisius yang berpotensi menarik ribuan atlet, ofisial, serta pengunjung. Dampak penggandanya diyakini sangat besar bagi perekonomian lokal, mulai dari sektor pariwisata hingga UMKM.
Oleh karena itu, persiapan matang menjadi kunci utama, terutama dalam hal infrastruktur dan fasilitas olahraga yang harus memenuhi standar. Kolaborasi lintas sektor juga sangat ditekankan untuk menyukseskan acara ini dan menciptakan pengalaman yang berkesan bagi semua pihak.
Kesiapan Infrastruktur dan Potensi Ekonomi Kota Kediri
Vinanda Prameswati menekankan pentingnya memastikan kesiapan infrastruktur yang memenuhi standar internasional untuk penyelenggaraan Porprov Jatim. Selain itu, aksesibilitas transportasi yang memadai, akomodasi layak, serta sistem pelayanan publik profesional dan responsif juga menjadi prioritas utama. Anggaran yang mendukung juga harus dipersiapkan dengan cermat untuk menopang seluruh kebutuhan acara.
Wali Kota juga menyoroti perlunya kolaborasi erat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas olahraga, dan seluruh lapisan masyarakat. Sinergi yang kuat diharapkan dapat menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi para atlet, keluarga, ofisial, maupun wisatawan yang datang, sekaligus mempromosikan Kota Kediri.
Bendahara KONI Kota Kediri, Merza Yona Franky, menambahkan bahwa proyeksi putaran ekonomi dari penyelenggaraan Porprov Jatim 2029 sangat positif. "Dari dua indikator belanja langsung dan multiplier effect, KONI Kota Kediri memperkirakan akan terjadi putaran ekonomi sekitar Rp146 miliar," ujarnya. Estimasi ini didasarkan pada asumsi kedatangan 8.850 atlet dan pelatih yang akan singgah di Kota Kediri selama periode pelaksanaan Porprov Jatim 2029. Angka tersebut menunjukkan potensi besar bagi peningkatan pendapatan daerah dan geliat ekonomi masyarakat.
Rekam Jejak Prestasi dan Analisis Potensi Olahraga Lokal
Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, melihat peluang besar bagi Kota Kediri untuk mengembangkan sektor olahraga daerah melalui status tuan rumah Porprov Jatim 2029. "Kami melihat ini peluang yang sangat baik untuk Kota Kediri, oleh karena itu kami siapkan beberapa data untuk mengkaji ini sejak sekarang," kata Koko.
Pihaknya telah mengadakan pertemuan awal dengan Wali Kota Kediri untuk membahas rencana strategis ini. Forum Group Discussion (FGD) Sport Tourism KONI Kota Kediri mengidentifikasi tiga materi utama yang menjadi fokus pembahasan. Materi tersebut meliputi grafik prestasi olahraga Kota Kediri yang terus berkembang, analisis dampak perekonomian sebagai tuan rumah Porprov Jatim, serta kondisi terkini venue olahraga yang tersedia di kota tersebut.
Prestasi olahraga Kota Kediri menunjukkan pertumbuhan signifikan sejak Porprov Jatim pertama hingga kesembilan. Selama 18 tahun penyelenggaraan, Kota Kediri secara konsisten mampu menempati peringkat antara kedua hingga kelima. Kota Kediri juga memiliki pengalaman sebelumnya sebagai tuan rumah ajang Porprov Jatim, menunjukkan kapasitas dan kapabilitas dalam menyelenggarakan event besar serta mengelola keramaian yang ditimbulkan.
Sumber: AntaraNews