Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korban penembakan misterius di Aceh Timur sudah bisa bicara

Korban penembakan misterius di Aceh Timur sudah bisa bicara Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan menjenguk korban penembakan di Aceh Timur beberapa waktu lalu. Kondisi kedua korban penembakan itu sudah berangsur membaik dan saat ini sudah bisa berbicara.

Kedua korban Misno bin Imankarta (41) dan Junan (42) ditembak hari Minggu (5/3), sekira pukul 02.30 WIB. Misno mengalami luka tembak di perut dan Junan luka tembak di leher telah menjalani operasi untuk pengangkatan proyektil peluru.

"Alhamdulillah kondisi korban sangat baik sekali. Kesadaran sudah pulih sempurna, psikologinya juga stabil," kata Kombes Pol Goenawan, Kamis (9/3) usai berkunjung menjenguk kedua korban di Rumah Sakit Umum Zainol Abidin (RSUZA), Banda Aceh.

Kedua korban penembakan yang dilakukan oleh orang yang belum diketahui indentitasnya itu dikawal ketat oleh pihak kepolisian bersenjata lengkap. Pengawalan ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan menciptakan kenyaman korban yang sedang menjalani pengobatan.

"Ini komitmen Polda Aceh dari aspek kemanusiaan, saya atas nama Polda Aceh ingin memastikan sejauh mana kondisi korban ini setelah kejadian itu. Korban juga mendapatkan dukungan moril dari polisi, saudara-saudaranya, partai dimana tempat beliau berafiliasi," tegasnya.

Kata Goenawan, korban Misno yang luka tembak di perut sudah bisa bicara dan telah selesai menjalani operasi mengangkat proyektil peluru. Sementara korban Junan tadi sore kembali menjalani operasi untuk mengangkat sisa proyektil yang bersarang di tubuhnya.

Menyangkut dengan pengembangan kasus penembakan tersebut. Goenawan menyebutkan, Kapolda Aceh, Irjend Pol Rio S Djambak telah perintahkan seluruh jajaran di Aceh untuk menutup akses. Sehingga pelaku tidak bisa keluar dari Aceh untuk melarikan diri.

"Kapolda Aceh sudah perintahkan menutup pintu-pintu keluar untuk mencegah pelaku itu keluar dari Aceh," sebutnya.

Menurutnya, kesimpulan sementara dari kepolisian bahwa ini kriminal murni. Baru ada kesimpulan finalnya setelah pelaku ditangkap.

"Nanti setelah ditangkap ada kesimpulan final, apakah terstruktur atau ada orang perintah, nanti diketahui setelah ditangkap pelaku," tukasnya.

Sebelum penembakan, ada empat orang yang diduga pelaku hendak membakar rumah korban milik Junan. Lalu istri korban, Yatinem (45) menaruh curiga ada benda yang terbakar di teras rumah, lalu memberitahukan kepada suami.

Lalu Junan pun langsung memeriksa teras depan yang dilaporkan ada kebakaran. Saat itulah, pelaku yang diduga empat orang memberondong korban menggunakan senjata laras panjang.

Korban pun terkulai lemas setelah darah segar keluar dari leher. Ada 11 kali tembakan diberondong pelaku, 1 butir tembus leher korban, 4 butir tembus pintu depan, 4 butir peluru mengenai jendela kaca dan 2 butir mengenai tembok rumah depan korban.

Setelah puas memberondong rumah korban Junan, pelaku melarikan diri ke a rah Timur yaitu ke perkebunan sawit PT Mapoli. Sambil melarikan diri, ketiga pelaku yang menggunakan 3 sepeda motor juga menembak ke arah rumah Misno, sehingga peluru menembus satu butir ke perutnya.

"Misno saat itu sedang mengintip kejadian itu," jelasnya. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP