Korban banjir Samarinda mengungsi, permukiman seperti kota mati

Sabtu, 8 April 2017 18:03 Reporter : Nur Aditya
Korban banjir Samarinda mengungsi, permukiman seperti kota mati Banjir di Samarinda. ©2017 Merdeka.com/Nur Aditya

Merdeka.com - Ribuan rumah di tiga kecamatan daerah Samarinda, Kalimantan Timur, masih terendam banjir sampai hari ke-6 ini. Sebagian besar warga sudah mengungsi. Permukiman ditinggalkan seperti kota mati.

Pantauan merdeka.com, di kelurahan Gunung Lingai yang menjadi salah satu kawasan terparah, Meski terjadi penyurutan, namun ketinggian air banjir masih merendam permukiman lebih dari 1 meter.

Sedari siang tadi, permukiman sepi lantaran ditinggal mengungsi penghuninya. Hanya beberapa warga terlihat berinisiatif menjaga rumah mereka dan tetangga dari aksi pencurian.

"Sudah tiga hari mengungsi. Terlihat surut perlahan, tapi masih selutut sampai sepaha kita (orang dewasa). Kalau begini, kan buat lumpuh aktivitas kita," kata Chandra, warga Gunung Lingai, kepada merdeka.com, Sabtu (8/4).

Di hari ini, setelah sejak Senin (3/4) lalu air banjir berwarna lumpur keruh kecokelatan, namun hari ini, berwarna cokelat kehitaman. Kondisi air seperti itu, mirip dengan kondisi air Bendung Benanga. Di samping itu, terlihat tanaman enceng gondok, ikut terseret arus air.

"Air banjir cokelat kehitaman seperti ini, buat kaki gatal. Apalagi lihat sendiri kan, ada enceng gondok. Ini air Bendungan Benanga benar-benar tumpah, sungai meluap," ungkap Adi, warga lainnya di Gunung Lingai, di RT 07.

Bantuan terus didistribusikan kepada korban banjir. Mulai dari telur, mie instan, beras, selimut dan makanan ringan. Tidak hanya itu, nasi bungkus pun diberikan kepada warga yang memilih bertahan di rumahnya dari terjangan banjir.

"Jadi memang warga mengungsi ini, karena sempat listrik dipadamkan, tapi juga penyurutan belum signifikan," kata Lurah Gunung Lingai Sarifuddin.

Diketahui, banjir merendan rumah warga hampir sepekan ini. Hujan deras yang terus mengguyur di utara Samarinda, mengakibatkan Bendung Benanga siaga 1 dan menyebabkan Sungai Karang Mumus meluap.

Kelurahan Sempaja Utara, Sempaja Timur da Lempake di Samarinda Utara, kelurahan Gunung Lingai dan Temindung Permai di Kecamatan Sungai Pinang serta di kelurahan Sidodadi di Kecamatan Samarinda Ulu, mengakibatkan banjir hingga 1,5 meter, yang berdampak terhadap 4.000 KK atau sekitar 10.000 jiwa. [ang]

Topik berita Terkait:
  1. Banjir Samarinda
  2. Banjir
  3. Samarinda
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini