Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korban Banjir Bandang Lebak Butuh Bantuan Modal

Korban Banjir Bandang Lebak Butuh Bantuan Modal Korban Banjir Bandang Lebak. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Masyarakat korban bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten, membutuhkan permodalan. Alasannya karena rumah warga beserta isinya, termasuk uang hanyut dan hilang.

"Kami juga bingung untuk usaha setelah areal persawahan dan ladang tertimbun longsoran," kata Maju (45), seorang pengungsi warga Cigobang Kecamatan Lebak Gedong Kabupaten Lebak, Sabtu (22/2).

Masyarakat pasca-bencana alam tersebut kesulitan untuk membuka usaha karena tidak memiliki modal itu. Sebab, uang untuk modal berjualan hilang dan hanyut diterjang banjir bandang dan longsor, bahkan anak pertama meninggal dunia.

"Kami berharap pemerintah maupun relawan dapat memberikan permodalan,sehingga bisa kembali berjualan aneka makanan," ujarnya.

Sementara itu, Rohman (45) seorang warga pengungsi di Kampung Seupang Desa Pajagan Kecamatan Sajira mengaku, dirinya kini tidak bisa kembali berdagang pakaian keliling. Pasalnya rumah dan seisinya hanyut dan hilang diterjang banjir bandang awal tahun 2020.

Saat ini, dirinya bersama anggota keluarga tinggal di tenda pengungsian tidak menyisakan pakaian maupun perabotan rumah tangga.

Untuk itu, Rohman berharap warga korban banjir bencana alam dapat dibantu permodalan usaha, sehingga bisa melaksanakan kegiatan ekonomi. Apalagi, dua anaknya yang masih duduk di SD dan SMP memerlukan biaya untuk pendidikan.

"Semua barang-barang rumah dan uang untuk modal sebesar Rp15 juta hanyut diterjang banjir bandang. Namun, beruntung batuan aneka makanan dari dermawan, relawan hingga pemerintah masih mengalir," terangnya seperti dilansir dari Antara.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak Tajudin Yamin mengatakan, pemerintah daerah akan memberikan pelatihan kerja bagi warga korban banjir bandang dan longsor agar mereka memiliki keterampilan.

Pelatihan keterampilan itu bertujuan para warga pengungsi bisa hidup mandiri sehingga tidak menjadikan beban sosial. Kemungkinan keterampilan tersebut jurusan menjahit, elektronika, perbengkelan, salon, kuliner dan las.

"Kami yakin melalui pelatihan keterampilan itu dapat hidup mandiri dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP