Kontroversi susu kental manis yang tidak mengandung susu

Jumat, 6 Juli 2018 18:05 Reporter : Achmad Fajar Muzakki
Kontroversi susu kental manis yang tidak mengandung susu Susu Kental Manis. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Belum lama ini masyarakat Indonesia diterpa isu yang agak cukup meresahkan. Yaitu soal susu temuan Badan Perlindungan Obat dan Makanan yang mendapati kalau susu kental manis yang beredar tidak mengandung susu.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Daulay mengatakan pihaknya akan meminta klarifikasi langsung kepada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengenai susu kental manis. Temuan BPOM menunjukkan susu kental manis justru tidak mengandung susu.

Susu Kental Manis 2018 liputan6.com

Menurut Saleh, selama ini masyarakat banyak yang mengonsumsi susu kental manis untuk menambah nutrisi keluarga.

"Susu kental manis tidak hanya dikonsumsi anak-anak. Orang dewasa pun ikut mengonsumsi. Bahkan sering juga dicampurkan di dalam minuman jus buah dan lain-lain," kata Saleh dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Dia meminta kepada produsen susu kental manis untuk dapat memberikan penjelasan gamblang mengenai kandungan nutrisinya. Sehingga, masyarakat tidak salah tafsir.

Saleh menilai, iklan susu kental manis terkesan menonjolkan kandungan gizi yang lengkap.

"Sudah sepatutnya kita mendapatkan penjelasan resmi dari produsennya. Jangan sampai terkesan ada unsur penipuan di dalamnya, kalau itu terjadi, bisa panjang ceritanya," ucapnya.

Penjualan Dihentikan

Saleh meminta sebaiknya penjualan susu kental manis dihentikan sampai ada kejelasan.

"Sebab, di dalam kemasan itu secara eksplisit masih tertulis susu kental manis. Kalau memang tidak mengandung susu seperti temuan BPOM, tentu tidak layak dipasarkan dengan label seperti itu," jelas Saleh.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Temuan SKM yang tidak mengandung susu ini jelas sangat merugikan. Sebab masyarakat tidak akan mendapatkan asupan gizi seperti yang diharapkan. Kita semua tentu berharap tidak akan ada lagi kasus lain seperti ini dan semoga BPOM segera menarik semua produk yang telah beredar di tengah masyarakat.

Sumber: Liputan6.com [mg2]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini