KontraS Catat 58 Kasus Tindak Kekerasan Libatkan TNI

Rabu, 4 Desember 2019 22:14 Reporter : Nur Habibie
KontraS Catat 58 Kasus Tindak Kekerasan Libatkan TNI Petani Urutsewu Bentrok dengan TNI. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) membeberkan daftar panjang kasus kekerasan yang dilakukan TNI. Ada 58 peristiwa atau kasus kekerasan yang terjadi sejak Oktober 2018 hingga September 2019.

Peneliti KontraS, Danu Pratama mengatakan, jumlah tersebut dicatat berdasarkan informasi dari media, jaringan di daerah serta pendampingan hukum atas kasus yang melibatkan TNI.

"Data yang ditampilkan dalam laporan ini hanyalah kasus-kasus yang diketahui oleh KontraS ataupun cukup besar, sehingga diberitakan media. Sementara tidak jarang dalam kasus kekerasan oleh aparat negara korban diarahkan untuk berdamai dengan pelaku. Sehingga kabar mengenai kasusnya tidak muncul ke permukaan," kata Danu di Kantor KontraS, Jakarta Pusat, Rabu (4/12).

Dia menyebutkan, peristiwa kekerasan oleh TNI meliputi penganiayaan, penyiksaan, intimidasi dan pencaplokan lahan.

"Pola-pola kekerasan yang terjadi berulang dari masa ke masa, terutama dalam kasus yang berkaitan dengan okupasi lahan," ungkapnya.

Berikut catatan KontraS atas kekerasan yang melibatkan TNI pada periode Oktober 2018 - September 2019:

Oktober 2018: 5 kasus

November 2018: 5 kasus

Desember 2018: 3 kasus

Januari 2019: 5 kasus

Febuari 2019: 5 kasus

Maret 2019: 3 kasus

April 2019: 9 kasus

Mei 2019: 4 kasus

Juni 2019: 3 kasus

Juli 2019: 8 kasus

Agutus 2019: 5 kasus

September 2019: 3 kasus

1 dari 1 halaman

Panglima TNI Ingatkan Anah Buah

Panglima TNI Hadi Tjahjanto menitipkan pesan pada seluruh prajurit TNI untuk menjaga harga diri, kehormatan satuan, dan nama baik institusi. Caranya dengan tidak melakukan perbuatan yang merusak citra TNI di masyarakat.

"Jadilah contoh tauladan atas pelaksanaan aturan, sehingga menginspirasi anak buah dan masyarakat untuk berbuat hal yang baik dan benar," ungkapnya.

Panglima juga meminta seluruh Capaja agar menjadi perwira yang andal dan profesional.

"Jadilah Perwira andal yang berkarakter, berintegritas, berkomitmen dan profesional," ucapnya. [noe]

Baca juga:
Komitmen Semu Jokowi Ungkap Kasus Novel Baswedan
Fakta Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Bukan Rekayasa Seperti Disebut Dewi Tanjung
Kontras Sebut Era Jokowi Demokrasi Mengalami Kemunduran dan Murung
KontraS Bawa Bukti Kuat Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan Bukan Rekayasa
Fakta-Fakta Baru Kematian 2 Mahasiswa di Kendari, Diduga Ditembak Polisi Saat Demo
Hasil Investigasi KontraS, Mahasiswa UHO Yusuf Ditembak Kemudian Dipukuli

Topik berita Terkait:
  1. TNI
  2. Kontras
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini