Konflik antara gajah dan manusia kembali terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Timur. Kali ini kawanan gajah dari kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) masuk area perkebunan milik warga.
Puluhan warga pun berjibaku untuk mengusir kawanan gajah untuk keluar dari perkebunan. Setidaknya 10 hektar perkebunan milik warga hancur akibat dirusak oleh kawanan gajah.
Humas Balai TNWK Way Kambas, Sukatmoko mengatakan jika gajah tersebut berada di hutan milik warga sejak Selasa (1/7) malam hingga Rabu (2/7) siang.
"Ada sebagian kecil rombongan masuk ke wilayah Desa Praja Asri sampai ke Praja Sakti, jumlah gajah ada 6, lima dewasa dan satu anak-anak. Antisipasi baru bisa melakukan penjagaan dan penghalauan terhadap kawanan gajah," katanya, Kamis (3/7).
Sementara itu Kepala Desa Braja Asri, Darusman mengatakan jika gajah sering muncul sudah sejak dua bulan terakhir.
"Rentetan awal itu dari 2 hari sebelum lebaran itu masuk sampai hari ini gak pernah ada jeda minumal ada 20 lebih keatas gajah," jelasnya.
Advertisement
Akibatkan banyak tanaman milik warga sekitar rusak bahkan mati akibat kawanan gajah. Seperti singkong, jagung bahkan bibit padi pun rusak.
Darusman juga menyebutkan jika pemerintah daerah telah menemui warga yang terdampak untuk melakukan mediasi dan menjanjikan ganti rugi atas rusaknya tanaman akibat kawanan gajah.
"Sekitar 10 hektar, salah satunya bibit padi rusak, terus singkong, jagung, dan kebun coklat. Harapannya pergantian berupa nominal bukan pupuk atau bibit, kalau uang bisa digunakan untuk beli pupuk kedepannya," katanya.