Presiden Prabowo Subianto memastikan situasi dalam tanah air berangsur kondusif. Usai aksi demo berujung ricuh dalam beberapa hari terakhir.
"Satu hari ini Beliau (Prabowo) juga memonitor seluruh keadaan dan mendapatkan laporan dari seluruh jajaran terkait bahwa kehidupan masyarakat telah berangsur pulih seperti sedia kala," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (2/9).
Untuk itulah, Prabowo memutuskan untuk melakukan kunjungan ke China. Hal ini juga dilakukan Prabowo untuk menjaga hubungan baik dengan pemerintah China
Senada dengan itu, wisatawan asing juga dipastikan aman berkunjung ke Indonesia. Semula, gelombang demokrasi yang terjadi pada 25–28 Agustus 2025 berdampak luas terhadap berbagai sektor, termasuk pariwisata. Aksi yang semula menuntut transparansi dan reformasi DPR tersebut meluas ke 32 provinsi. Di sejumlah titik, unjuk rasa berujung pada kerusuhan, pembakaran fasilitas umum, hingga penjarahan.
Dampak langsung mulai terasa di industri pariwisata. Sejumlah wisatawan asing memilih menunda perjalanan mereka ke Indonesia, terutama ke Pulau Jawa, Bali, dan Lombok. Hal ini diungkapkan Edu Lahar Pragowo, pendiri Java Private Tour, perusahaan penyedia layanan tur privat untuk wisatawan mancanegara.
"Sejak tanggal 26 Agustus, banyak tamu kami yang menghubungi lewat email dan WhatsApp, bertanya apakah Indonesia aman untuk dikunjungi. Ada yang sampai menunda keberangkatannya," kata Edu di Jakarta, Jumat (5/9).
Menurut Edu, kekhawatiran wisatawan tidak lepas dari pemberitaan internasional mengenai kerusuhan. Video bentrokan, pembakaran gedung DPRD di sejumlah daerah, serta jumlah korban jiwa membuat calon turis ragu bepergian ke Indonesia.
"Bagi wisatawan asing, keamanan adalah prioritas utama. Ketika mereka melihat video kerusuhan atau membaca berita tentang penjarahan, mereka akan berpikir dua kali sebelum datang," ujarnya.
Dampak Ekonomi: Dari Devisa hingga UMKM Lokal
Edu menegaskan, sektor pariwisata tidak hanya soal rekreasi, tetapi juga berperan besar dalam mendatangkan devisa dan menghidupi banyak pihak. Aktivitas wisata berdampak langsung pada perekonomian masyarakat, mulai dari pengrajin batik, seniman tari, pemandu wisata lokal, hingga pedagang kuliner tradisional.
"Kalau turis batal datang, yang paling terdampak justru rakyat kecil. Mereka kehilangan penghasilan harian," ungkap Edu.
Java Private Tour sendiri kerap menghubungkan wisatawan asing dengan komunitas lokal. Dalam satu paket perjalanan, turis bisa membeli batik langsung dari pengrajin, menikmati pertunjukan tari di sanggar desa, hingga mencicipi kopi dari petani setempat.
"Semua transaksi itu langsung ke mereka, tanpa perantara. Dampaknya nyata. Ketika situasi tidak aman dan turis tidak datang, semua itu terhenti," kata Edu.
Advertisement
Edu juga menyampaikan dukungannya terhadap gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat, yang menyerukan reformasi politik dan ekonomi. Menurutnya, penyelesaian akar permasalahan sosial dan ekonomi menjadi kunci menciptakan stabilitas jangka panjang yang akan menguntungkan berbagai sektor, termasuk pariwisata.
"Kalau ada ketimpangan ekonomi yang tidak diselesaikan, ujung-ujungnya pasti muncul demonstrasi lagi. Kalau demonstrasi berubah jadi kerusuhan, dampaknya bukan hanya ke pemerintah, tapi juga ke rakyat biasa dan dunia usaha," jelasnya.
Meski begitu, Edu mengimbau agar aksi dilakukan secara damai.
"Kami mendukung aspirasi rakyat, tapi jangan sampai anarkis. Karena kalau terjadi kekerasan, yang merasakan dampak terburuk ya kita semua," katanya.
Kondisi Pariwisata Kini Aman
Edu memastikan bahwa situasi saat ini sudah kembali kondusif. Lokasi wisata dinyatakan aman dikunjungi, dan kerusuhan tidak meluas ke kawasan destinasi utama.
"Untuk saat ini, situasi sudah stabil. Kami juga terus memantau perkembangan di lapangan. Para tamu bisa merasa tenang untuk melanjutkan rencana perjalanan mereka," tutur Edu.
Ia menambahkan, beberapa wisatawan yang sempat menunda keberangkatan kini sudah kembali mengonfirmasi jadwal perjalanan mereka.
"Kami siap memberikan pengalaman terbaik dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tetap negara yang ramah dan indah untuk dikunjungi," kata Edu sambil tersenyum.