Komputer kurang, pelajar di 11 SMP Mojokerto menumpang UNBK

Rabu, 3 Mei 2017 03:00 Reporter : Budi Widayat
Komputer kurang, pelajar di 11 SMP Mojokerto menumpang UNBK Sekolah di Mojokerto kekurangan komputer. ©2017 merdeka.com/Budi

Merdeka.com - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Mojokerto, Jawa Timur terkendala lantaran masih banyaknya banyak sekolah tidak memiliki komputer. Dari 21 SMP yang ada, baru separuhnya yang menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Lainnya harus meminjam laboratorium sekolah lain.

Data Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, dari 21 sekolah tingkat SMP yang menerapkan UNBK, ada 11 sekolah yang menumpang di SMA. Jumlah peserta UNBK tingkat SMP tahun ini tercatat 2.967 siswa, sementara komputer yang tersedia sebanyak 1.399 unit dan 45 server.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Novi Rahardjo mengatakan, untuk pengawas UNBK berasal dari sekolah lain.

"Beberapa menit sebelum dimulai, pengawas masuk didampingi kepsek untuk mengecek. Setelah itu, tidak ada yang boleh masuk. Ini merupakan komitmen integritas dan kejujuran," kata Novi Raharjo, Selasa (2/5).

Kata Novi, semua peralatan sudah disediakan. Termasuk kertas buram untuk menghitung yang digunakan untuk mata ujian matematika. Selain peserta, tenaga pengawas juga tidak boleh membawa handphone masuk dalam ruangan ujian.

"Semua sudah disediakan sesuai ketentuan, termasuk panitia pengawas harus mematuhi tata tertib," jelas Novi.

Wali Kota Mojokerto, Mas'ud Yunus ingin mengembangkan pendidikan berbasis IT di semua sekolah di Kota Mojokerto. Pemkot Mojokerto terus memberi motifasi dan memacu sekolah agar semua sekolah di Kota Mojokerto bisa melaksanakan program UNBK secara mandiri.

"Target kita, nantinya semua sekolah mengembangkan pendidikan berbasis IT, supaya masing masing sekolah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri tidak bergantung pada sekolah lain," kata Masud Yunus, Selasa (2/5).

Menurutnya, sekolah berbasis IT merupakan salah satu keunggulan pelayanan pendidikan di Kota Mojokerto. Melalui Dinas Pendidikan sudah mengantisipasi agar UNBK berjalan secara lancar, akuntabilitas, berkualitas dan berkuantitas.

"Kita pastikan UNBK tidak bocor karena paketnya acak berbeda dengan berbasis kertas. Untuk listrik, kita sudah mengirim surat ke PLN supaya hari ini tidak ada pemadaman," jelas Wali Kota.

Sesuai jadwal, UNBK tingkat SMP akan digelar mulai tanggal 2, 3, 4 dan 8 Mei 2017. Dengan masing-masing satu mata ujian, ujian hari pertama, Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris, dan hari terakhir Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

[cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini