Koalisi Masyarakat Sipil Minta DPR Perpanjang Waktu Seleksi Calon Hakim MK

Selasa, 5 Februari 2019 16:57 Reporter : Sania Mashabi
Koalisi Masyarakat Sipil Minta DPR Perpanjang Waktu Seleksi Calon Hakim MK Gedung Mahkamah Konstitusi. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Mahkamah Konstitusi (MK) yang terdiri dari ICW, ICJR, YLBHI, Kode Inisiatif, dan ILR menyoroti proses seleksi hakim MK oleh DPR. Proses seleksi dan pendaftaran calon hakim dianggap terlalu singkat.

"Baru kali ini jangka waktu seleksi dilakukan dengan sangat pendek lima hari kerja," kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Arief Maulana di Kantornya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (5/2).

Menurut Arief, jangka waktu yang pendek itu membuat DPR sulit mendapatkan calon yang berkualitas. Sebab, kata dia, banyak orang yang memiliki kompetensi tidak bisa menyiapkan data yang dibutuhkan dengan maksimal.

Dia menambahkan, masa pendaftaran hakim MK juga dianggap terlalu singkat. Sehingga menutup peluang masuknya calon yang lebih berkualitas.

Arief mengatakan, masyarakat juga belum dilibatkan secara masif dalam proses seleksi Hakim MK. Karena itu koalisi minta waktu seleksi diperpanjang.

"Persoalan jangka waktu juga merupakan salah satu persoalan yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas hakim konstitusi yang terpilih," ungkapnya.

Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan MK juga mempertanyakan panelis ahli yang digunakan untuk menyeleksi calon hakim. Sampai saat ini nama-nama panelis tersebut belum dipublikasikan.

"Sampai saat ini publik belum mendapat informasi dan gambaran tentang siapa saja panel ahli yang diminta oleh DPR," ucapnya.

Sebelumnya, Komisi III DPR memulai tahapan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon hakim konstitusi. Tahapan itu dimulai dengan pembuatan makalah dari para calon hakim.

"Jadi proses uji kepatuhan dan kepatutan untuk dua hakim MK yang akan menggantikan Pak Wahidudin adam dan Pak Aswanto dimulai hari ini," kata anggota Komisi III Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1).

"Hari ini dimulai dengan pembuatan makalah dengan pembuatan paper," sambungnya.

Diketahui ada sebelas calon Hakim Konstitusi yang mengikuti fit and proper test. Mulai dari Hestu Armiwulan Sochmawardiah, Aidul Fitriciads Azhari, Bahrul Ilmi Yakup, M Galang Asmara, Wahiduddin Adams, Refly Harun, Aswanto, Ichssn Anwary, Askari Razak, Umbu Rauta dan Sugianto. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Seleksi Calon Hakim MK
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini