KMP Pratitha IV Kandas di Selat Bali, 210 Penumpang Dievakuasi

Sabtu, 2 Februari 2019 12:03 Reporter : Moh. Kadafi
KMP Pratitha IV Kandas di Selat Bali, 210 Penumpang Dievakuasi KPM Pratitha IV Kandas di Selat Bali. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Akibat cuaca buruk kembali melanda perairan Selat Bali dini hari tadi. Angin bertiup sangat kencang menyebabkan terjadinya gelombang tinggi dan arus deras.

Kondisi tersebut menyebabkan KMP Pratitha IV yang sedang berlayar dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi Jawa Timur menuju pelabuhan Gilimanuk, Bali hanyut dan terseret arus deras. Kapal yang dinahkodai oleh Kamani, asal Jawa Timur kesulitan melakukan olah gerak dan akhirnya kandas di perairan dangkal dekat lampu merah atau dekat Pura Prapat Agung.

Kejadian tersebut terjadi, Sabtu (2/2), pukul 02.10 Wita. Segala upaya dilakukan nahkoda kapal untuk bisa lepas dari lokasi kandas. Namun kapal yang memuat penumpang sebanyak 210 orang dewasa dan 7 anak-anak, 1 unit sepeda motor, 5 unit mini bus, 4 unit pik-up, 2 truk sedang, dua bus sedang dan 6 bus besar tersebut tetap tidak bisa lepas dari lokasi kandas.

Lantaran tidak bisa keluar dari tempat kandas, kemudian pada pukul 03.00 Wita, Sat Polair Polres Jembrana bersama Tim Basarnas langsung melakukan evakuasi terhadap penumpang kapal nahas tersebut. Evakuasi penumpang kapal menggunakan kapal Polair, perahu Rif dan perahu karet. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi ke pelabuhan Gilimanuk dalam kondisi selamat.

Baru sekitar pukul 08.30 Wita, kapal naas tersebut bisa melakukan olah gerak dan keluar dari tempat kandas karena air laut di Selat Bali mulai pasang. Kapal tersebut kemudian sandar di dermaga MB 1 untuk melakukan bongkar muatan.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Syahbandar, kapal tersebut belayar ke pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Kasat Polair Polres Jembrana Iptu H. Eddy Waluyo, SH dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut dan pihaknya bersama Tim Basarnas telah melakukan evakuasi terhadap ratusan penumpang ke pelabuhan Gilimanuk dengan menerjunkan puluhan personel dengan menggunakan perahu Rif, kapal Polair dan perahu karet.

"Semua penumpang kapal kami pastikan selamat tidak mengalami cidera sedikitpun karena evakuasi cepat yang kami lakukan," jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau para nahkoda kapal agar selalu berhati-hati dan waspada saat berlayar di selat Bali mengingat cuaca di Selat Bali selalu berubah-ubah.

"Para nahkoda kapal diimbau selalu berkoordinasi dengan pihak BMKG untuk mengantisipasi segala sesuatunya agar tidak terjadi kecelakaan laut," ujarnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini