Klitih, Rantai Kekerasan Jalanan yang Makin Meresahkan Warga Yogya

Senin, 10 Februari 2020 00:05 Reporter : Purnomo Edi
Klitih, Rantai Kekerasan Jalanan yang Makin Meresahkan Warga Yogya ilustrasi jambret. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Rantai kekerasan jalanan atau klitih di Yogyakarta seolah tak pernah terputus. Anggota DPR RI Dapil DIY, Sukamta menilai, klitih merupakan fenomena yang berulang dan makin meresahkan.

Sukamta berharap pemerintah DIY bersama polisi bisa menemukan formula baru untuk mengatasi klitih. Sebab, kekerasan jalanan membuat resah warga Yogyakarta.

Fenomena klitih pernah ramai sekitar tiga atau empat tahun lalu. Para pelaku diketahui berstatus pelajar SMP.

"Pelaku yang melakukan 3 atau 4 tahun lalu sekarang sudah gede (dewasa). Sekarang muncul generasi baru sama dengan usia mereka dulu, anak-anak SMP. Saya kira perlu disikapi atau upaya yang sistematis," ujar Sukamta.

Permasalah klitih tiga atau empat tahun yang lalu mampu diselesaikan dengan baik oleh pihak kepolisian. Sukamta berharap agar Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar yang baru saja dilantik mampu mengemban amanah menjaga kondusifitas wilayah DIY dengan baik.

“Kami berharap kepada Kapolda yang baru punya semangat yang baru dengan menggunakan metode baru supaya klitih ini tidak terulang. Pelaku yang dulu sekarang sudah beranjak dewasa, dan muncul lagi di usia yang sama seperti pelaku sebelumnya,” ungkap Sukamta.

Menurutnya, tak ada salahnya polisi menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga maupun universitas. Perlu kerja sama lintas kelembagaan untuk memberantas klitih.

"Karang taruna, pramuka, sekolah bisa menjadi alat yang bagus untuk menumbuhkan kesadaran. Supaya tidak ada yang tergoda menjadi klitih," tegas Sukamta. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Yogyakarta
  3. Begal Motor
  4. Kriminal
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini