Kisah tragis Jessica, bocah 4 tahun meninggal usai dipasang CVC di RSUP Adam Malik

Jumat, 3 November 2017 16:20 Reporter : Yan Muhardiansyah
Kisah tragis Jessica, bocah 4 tahun meninggal usai dipasang CVC di RSUP Adam Malik Keluarga Jessica bocah empat tahun diduga korban malpraktik. ©2017 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Jessica Kateline Br Sianipar, bocah empat tahun meninggal saat penanganan RSUPH Adam Malik Medan. Kematian Jessica menjadi viral di media sosial karena diduga ada kejanggalan. Pihak keluarga berharap keadilan, menuntut kejelasan penyebab kematian bocah perempuan itu. Keluarga juga meminta pertanggungjawaban secara hukum.

"Awalnya kami hanya meminta para dokter yang menangani cucu saya (Jessica) mengaku bersalah dan meminta maaf kepada anak saya, supaya anak saya tidak menjadi gila, tapi mereka (pihak RSUP H Adam Malik) seperti tidak peduli, makanya berarti kami harus bertemu di jalur hukum," kata Piter Simbolon, kakek Jessica, di rumahnya Jalan Sei Asahan No 2, Medan, Jumat (3/11).

Piter menceritakan, peristiwa itu terjadi 23 Agustus 2017. Awalnya Jessica hanya ke RS untuk medical check up. Sebab ada masalah pada otot kaki dan sedikit sesak. "Cucu saya masuk ke UGD masih bisa main-main, dalam hitungan jam saja meninggal dunia," ucapnya.

Sejumlah kejanggalan didapati keluarga. Mulai dari penanganan hingga saat melihat kondisi jenazah Jessica. Begitu masuk IGD, bocah itu langsung diambil sampel darah tanpa izin orangtua.

Selanjutnya, dokter menyatakan pada dada atas atau di bawah bahu Jessica harus dipasangi CVC (central venous catheter), alat akses pembuluh vena. Mereka mengaku tidak menemukan pembuluh vena di kaki bocah itu.

"Mereka bilang CVC itu untuk memasukkan obat. Anak saya diberi surat untuk diteken tanpa sempat membaca, mereka bilang sudah biasa memasang alat itu jadi tidak ada masalah. Eh setelah diteken, ternyata alatnya tidak ada," jelas Piter.

Sebelum dipasangi CVC, Jessica masih sempat bermain telepon genggam. Saat itu keluarga sempat meminta agar pasien dipindahkan ke rumah sakit lain. Namun pihak RSUP Adam Malik menolak. "Saya minta agar cucu saya dipinjamkan oksigen mereka bilang tidak bisa. Akhirnya cucu saya tetap di rumah sakit itu," jelasnya.

Empat jam berselang, alat CVC akhirnya tiba. Dokter lalu memasang alat CVC itu di dada, sekitar bawah bahu kanan. Hanya hitungan, Jessica meninggal dunia.

"Kami sempat lihat mereka memompa dada cucu saya. Boleh jadi remuk dadanya. Mereka juga memaksa pasang alat bantu napas, hingga gigi cucu saya tanggal tiga," jelas Piter.

Di rumah duka, keluarga menemukan banyak kejanggalan di tubuh Jessica. Di bagian dada atas kanan bocah itu ditemukan dua bekas luka, bekas memasang CVC. "Kenapa mesti 2 kali dicucuk, berarti yang pertama kan tidak berhasil. Kami menduga ada yang kena," duga Piter.

Selain itu, di kaki Jessica didapati biram. Keluarga menduga darah menyebar di sana. "Selain itu dari hidung cucu saya saat akan dimasukkan ke peti jenazah juga mengucur darah. Pasti ada masalah," jelas Piter.

Sepekan kemudian, Piter sempat mendatangi RSUP H Adam Malik. Dia meminta penjelasan dan rekam medis cucunya. Namun, apa yang didapatnya tidak memuaskan.

"Rekam medisnya baru mau dibuat. Dijanjikan besoknya baru diambil. Besoknya kami hanya diberi resume dengan tanggal mundur. Di dalamnya ditulis kondisi cucu saya buruk. Namun mereka tidak bisa menjelaskan kenapa cucu saya meninggal," ucap Piter.

Karena tidak juga mendapat penjelasan yang memuaskan, pihak keluarga telah membuat laporan ke Polda Sumut. "Karena mereka tidak mau minta maaf, berarti bukan kehendak Tuhan kami bertemu Adam Malik dengan cara itu. Mungkin ini cara Tuhan agar jangan ada korban lain. Cukup cucu saya yang jadi korban," tegas Piter. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Malapraktik
  2. Malapraktik
  3. Medan
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini