Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah penyiar radio dilempar sendal jepit

Kisah penyiar radio dilempar sendal jepit Choky Sitohang jenguk Willy Sebastian Liem di KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Presenter Choky Sitohang mengisahkan pengalaman karirnya saat baru merambah dunia Broadcasting. Choky mengaku pernah mengalami pengalaman buruk ketika menjadi seorang penyiar radio.

Kesan buruk itu dialaminya saat mengawali karir sebagai penyiar di Oz Radio Bandung, Jawa Barat, pada 1999 silam. Saat siaran dirinya pernah dilempar sendal jepit oleh rekannya.

"Pernah saya ngerasa udah bagus dan benar dalam proses siaran saya tapi ketika buka Handphone dan dengerin musik di studio tiba-tiba ada yang ngelempar sandal dan marah-marah. Mana suaranya?!" kenang Choky menirukan suara rekannya tersebut.

Choky sempat naik pitam atas teguran yang dilakukan dengan cara demikian. Namun setelah dia selidiki ternyata yang dilakukannya saat siaran tersebut memang ada salah.

"Ternyata saya salah naikin track. Yang saya naikin bukan track untuk on air tapi track untuk studio. Jadi on air itu blank nggak ada suara. Selama kurang lebih 30 detik itu radio hening," kata Choky.

Ia pun akhirnya segera memperbaiki kesalahannya tersebut. "Jadi bayangin orang lagi dengerin radio tiba-tiba sunyi. Terus ada suara yang langsung," kenangnya Choky seraya menggelengkan kepala saat peluncuran buku Turn On The Radio di Beezy Cafe, Jalan Wijaya Timur I Nomor 11A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/3).

Bukan cuma dilempar sendal jepit, kesalahannya tersebut juga berujung cacian yang diterimanya. Dalam posisi saat itu Choky mengaku sempat putus asa sebagai penyiar radio.

"Saat itu saya jadi mikir. 'Sebenernya saya cocok nggak sih di radio," ucapnya.

Namun tiap kali berpiki seperti itu, Choky merasa ada kekuatan tersendiri dari hati kecilnya agar tak menyerah. Sejak saat itulah dirinya berusaha menikmati siaran hingga usaha yang dilakukannya tersebut diraihnya sampai saat ini.

"Kalau salah sekali saya berusaha berhasil tiga kali. Nggak worth it kalau salah sekali terus saya mundur. Saya memandang kesalahan saya untuk melangkah tiga kali lebih banyak berusaha lebih keras," kata Pendiri Choky Sitohang Speaking Incorporation (ChoSSI) ini.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP