Jayapura, Papua – Korban kerusuhan yang terjadi di Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, pada 16 September lalu, kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Sebagian besar korban, termasuk anak-anak, mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.
Inspektur Jenderal Patrige Renwarin, Kepala Kepolisian Daerah Papua, pada Minggu (21/9) menyatakan bahwa kondisi para korban terus membaik. Khususnya anak-anak, termasuk Atifah yang berusia delapan tahun, yang masih dalam perawatan ICU pascaoperasi, menunjukkan perkembangan positif yang menggembirakan bagi tim medis.
Dari sepuluh korban kerusuhan Elelim yang dievakuasi ke RS Bhayangkara, enam di antaranya telah diizinkan pulang setelah kondisi mereka stabil dan dinyatakan aman. Empat korban lainnya masih dalam perawatan intensif, dan pihak berwenang berharap mereka dapat segera pulih sepenuhnya untuk kembali berkumpul bersama keluarga mereka.
Advertisement
Advertisement
Perkembangan Medis dan Perawatan Intensif Korban Kerusuhan Elelim
Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura terus memberikan upaya terbaik untuk memastikan pemulihan optimal bagi para korban kerusuhan Elelim yang membutuhkan penanganan medis. Karumkit Bhayangkara Jayapura, Ajun Komisaris Besar Polisi Dr. Rommy Sebastian, mengonfirmasi bahwa kondisi delapan korban kerusuhan, termasuk bayi dan dua anak yang terluka akibat benda tajam, terus menunjukkan perbaikan yang berarti.
“Pasien datang bergelombang. Yang terakhir, dua anak yang terluka, tiba pada Rabu malam,” ujar Dr. Rommy Sebastian, menjelaskan alur kedatangan pasien. Dua anak tersebut, Daffa dan Atifah, dilaporkan diserang di dekat Benawa, Yalimo, dan dievakuasi melalui jalur darat yang menantang menuju rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Delapan korban yang teridentifikasi dan masih dalam pemantauan ketat meliputi Eisrahmawati (23), Tasya (22), Yanti (50), Ema (33), Efelin (7 bulan), Atifah Muthasaddika (8), Rudi Saranga (36), dan Arsyaka Daffa Abdori (9). Pihak rumah sakit berkomitmen untuk memantau ketat setiap tahap pemulihan mereka guna memastikan hasil terbaik.
Advertisement
“Kami memantau ketat pemulihan mereka,” tegas Dr. Rommy, menunjukkan dedikasi tim medis dalam merawat para korban hingga pulih sepenuhnya dan dapat kembali ke tengah keluarga dengan kondisi sehat.
Advertisement
Dukungan Psikologis dan Situasi Keamanan di Elelim
Selain penanganan medis, Biro Sumber Daya Manusia Polda Papua juga memberikan dukungan penting berupa trauma konseling kepada para korban yang mengalami dampak psikologis. Bantuan ini diberikan sebelum mereka diizinkan pulang dari rumah sakit, bertujuan untuk membantu pemulihan mental dan psikologis akibat insiden traumatis tersebut agar mereka dapat beradaptasi kembali.
Kerusuhan di Elelim, ibu kota Kabupaten Yalimo, pecah pada 16 September setelah perselisihan antar pelajar yang kemudian meluas menjadi konflik. Konflik ini menyebabkan serangan dan pembakaran yang tidak terkendali, merusak bangunan serta kendaraan di wilayah tersebut, menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat luas.
Dari Jakarta, Juru Bicara TNI, Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana, menyatakan bahwa situasi di Yalimo telah stabil setelah insiden perselisihan pelajar tersebut berhasil ditangani. “Masalahnya dimulai dari kecil tetapi meningkat karena komunikasi yang buruk. Sekarang sudah terkendali,” katanya dalam acara TNI Fair 2025 di Jakarta, memberikan jaminan keamanan.
Advertisement
Brigjen Wahyu juga mengonfirmasi bahwa personel TNI yang terluka dalam insiden tersebut kini dalam masa pemulihan dan mendapatkan perawatan yang layak. Ia menekankan bahwa dukungan militer yang diberikan selalu dalam batas-batas hukum, hanya membantu jika diminta oleh otoritas setempat untuk menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.
Sumber: AntaraNews