Kisah Miris dari Sleman, Suami Ditetapkan Tersangka Usai Lindungi Istri Dijambret

Arsita menuturkan saat itu dirinya hendak mengantarkan pesanan jajan pasar ke salah satu hotel.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Kisah Miris dari Sleman, Suami Ditetapkan Tersangka Usai Lindungi Istri Dijambret
Kisah Miris dari Sleman, Suami Ditetapkan Tersangka Usai Lindungi Istri Dijambret (Merdeka.com)

Seorang suami di Kalasan, Sleman, Hogi Minaya (44) ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan yang menewaskan dua orang di Jalan Laksda Adisutjipto. Hogi saat itu tengah melindungi istrinya yang menjadi korban penjambretan dari dua orang yang tewas dalam kecelakaan itu.

Sang istri, Arsita Minaya (39) menceritakan kejadian ini melalui curhatan di media sosial. Unggahan Arsita ini kemudian menjadi viral di media sosial.

Arsita mengatakan kejadian itu terjadi pada 26 April 2025 lalu. Arsita menuturkan saat itu dirinya hendak mengantarkan pesanan jajan pasar ke salah satu hotel. Ketika itu Arsita dan Hogi berbagi tugas untuk melayani pesanan jajan pasar tersebut.

Hogi ketika itu pergi berbelanja jajan pasar di Pasar Berbah dengan memakai mobil sedangkan Arsita mengendarai motor ke Pasar Pathuk untuk mengambil jajan pasar.

"Suami saat itu sekalian siap-siap kerja jadi saya minta tolong ambil (jajan pasar) yang di Berbah, yang lebih dekat. Saya naik motor ke Pathuk," kata Arsita saat dihubungi wartawan, Kamis (22/1).

Arsita menceritakan saat itu keduanya sepakat untuk langsung mengantar pesanan jajan pasar ke hotel. Kebetulan saat melintas di Jembatan Layang Janti, Arsita yang mengendarai sepeda motor bertemu dengan Hogi yang memakai mobil.

Keduanya kemudian berjalan beriringan, Arsita di depan sedangkan Hogi mengikuti dari belakang. Sesampainya di Jalan Laksda Adisutjipto tiba-tiba ada sebuah sepeda motor dengan dua orang berboncengan memepet Arsita.

"Saya dipepet terus dijambret dari sebelah kiri. Awalnya saya kira begal payudara ternyata tas saya sudah diambil. Saya spontan teriak jambret," ungkap Arsita.

Arsita menuturkan saat kejadian jalanan sepi dan tak ada kendaraan lain yang melintas. Arsita mengingat saat itu hanya ada dirinya yang berkendara sepeda motor dan di belakang adalah mobil yang dikemudikan Hogi.

"Benar-benar gak ada orang saat itu. Cuman saya sendiri naik motor. Di belakang cuman suami saya," urai Arsita.

Melihat sang istri menjadi sasaran penjambretan, Hogi langsung mengejar sepeda motor pelaku. Saat itu Hogi coba memepet sepeda motor pelaku dengan tujuan untuk menghentikan pelaku yang melarikan diri.

Ketika dipepet, pelaku sempat menaikkan sepeda motornya ke trotoar. Hogi saat itu mencoba kembali ke kanan jalan, pelaku setelahnya membawa sepeda motor turun dari trotoar. Hogi kembali berusaha memepet sepeda motor pelaku.

"Tiga kali dipepet sama suami saya. Terakhir pas dipepet, sepeda motor penjambretannya naik lagi ke trotoar dengan ngebut. Kayaknya gak bisa menguasai sepeda motornya terus nabrak tembok," tutur Arsita.

"Motor dan penjambretnya pas nabrak tembok itu terpental. Yang satu penjambretnya masih pegang cutter pas jatuh dalam kondisi tengkurap. Dua orang itu kemudian meninggal karena menabrak tembok," imbuh Arsita

Arsita menyebut karena kedua penjambret tewas usai menabrak tembok, kasus penjambretan yang dialaminya ini tidak dapat dilanjut. Sedangkan sang suami justru dijerat dengan Undang Undang Lalu Lintas karena kecelakaan tersebut.

"Saya gak tahu pasalnya apa. Katanya melakukan pembelaan diri yang terlalu berlebihan. Gitu katanya," ucap Arsita.

Arsita menyebut Hogi mengikuti semua proses hukum terkait kecelakaan itu. Dua atau tiga bulan setelah kejadian, lanjut Arsita, Hogi ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini kasus itu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Terkait kasus yang membelit sang suami, Arsita berharap Hogi tidak dipenjara. Arsita menyebut Hogi hanya melindungi dirinya yang menjadi korban penjambretan.

"Saya gak mau suami saya ditahan. Ini bukan kriminal. Suami saya melindungi istrinya. Ini juga akan dilakukan semua suami jika melihat istrinya dijambret di depan matanya," kata Arsita.

Harap Terima Keadilan

Arsita berharap Hogi bisa mendapatkan keadilan. Arsita menambahkan selama ini suaminya tidak pernah bermasalah dengan hukum dan permasalahan ini dinilainya murni merupakan membela diri.

Tak Ada Rekam Jejak Kejahatan

"Saya berharap suami dapat keadilan. Ini kan benar-benar pure membela saya, istrinya. Masak pihak berwenang atas hukum tidak melihat track record kami. Kami enggak pernah ada track record kejahatan. Enggak pernah ada track record kriminal," tegas Arsita.

"Itukan seharusnya juga jadi pertimbangan. Itu kan murni membela diri. Membela saya, istrinya yang menjadi korban penjambretan," tutup Arsita.

Rekomendasi