Kisah membanggakan pesawat R80 rancangan BJ Habibie siap terbang
Merdeka.com - Dalam waktu dekat penerbangan Indonesia akan kembali bergairah. BJ Habibie yang pernah menjabat menristek itu berencana membuat kembali pesawat N-250. Tentunya dengan desain dan mesin yang juga baru. Pesawat ini bernama R80.
N250 pertama kali diproduksi IPTN (saat ini PT Dirgantara Indonesia) pada tahun 1995 itu akan kembali diperbaharui. Hal ini mengingat penerbangan di Indonesia sangat penting. Selain itu untuk kembali menjadikan SDM dalam dunia dirgantara menjadi bergairah.
Pesawat Regio Prop 80 (R80) yang diproduksi PT Ragio Aviasi Industri (RAI) dalam tahap pembuatan awal dan dikembangkan lebih hebat dari pesawat N250.
"Penerbangan itu sangat penting. Kita membutuhkan pesawat terbang N-250 yang pernah berjaya di masanya," katanya dengan semangat.
Menurutnya tidak ada alasan orang mengatakan Indonesia itu bodoh. Dunia penerbangan di Indonesia telah menggoreskan pena sejarah. Berikut fakta fakta R80 yang akan membanggakan Indonesia itu dirangkum merdeka.com:
Terbang perdana dari Kertajati
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBandara Kertajati Majalengka, Jabar, dipilih untuk penerbangan pertama (first flight) R80 yang ditargetkan pada 2018 mendatang. Diharapkan R80 ini mampu melanjutkan kejayaan N250 yang pernah berjaya di era-1990an.Hal itu disampaikan BJ Habibie usai melakukan pertemuan tertutup bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Rabu (10/9)."Insya Allah 2017-2018 akan first flight sambil menunggu sertifikasi kelayakan udara. Saya dengar pemerintah Jabar sedang membuat Bandara Kertajati," kata Habibie.
Lebih canggih dari N250
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRevolusi dari pesawat N250 ini secara teknologi sudah lebih canggih. Secara bypass ratio 40 dan bisa lebih hemat bahan bakar mencapai 30 persen. Pesawat ini juga dapat dikendalikan secara elektronik atau dikenal istilah fly by wire.Selain itu, baling-baling yang ada di sayap juga termasuk teknologi baru. Baling-baling ini dapat menentukan antara angin dingin dan angin panas yang dihasilkan dari mesin. Dengan teknologi ini pesawat dapat kecepatan tinggi.Pesawat R80 ini sendiri merupakan mimpi Habibie sejak lama. Menurut pria yang kini berusia 78 tahun tersebut, Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga membutuhkan pesawat terbang yang mampu menghubungkan satu pulau ke pulau lain yang lebih banyak.
Akan diproduksi PT Dirgantara Indonesia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPresiden Direktur PT Ilthabi Rekatama, Ilham Habibie menyebut pesawat ini adalah penyempurnaan dari N250 rancangan bapaknya itu. "Secara teknologi sangat berbeda, misalkan handphone saja buatan 1998 sama yang 2014 tentu sudah pasti beda, sehingga R80 akan ada perubahan drastis secara teknologi," ungkapnya.Pesawat itu menurut dia akan diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia layaknya pesawat terdahulu. Selain ahli yang sudah terpercaya, secara alat juga sudah sangat memadai."Pesawat terbang ini akan diproduksi di PT DI. Pemikiran kami sangat wajar karena sebelumnya juga dihasilkan di sini," katanya.
Membangkitkan asa PT Dirgantara Indonesia yang lama mati suri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPerwakilan PT Dirgantara Indonesia, Rochendi, mengatakan dengan inisiasi seorang yang sangat ahli di bidang Kedirgantaraan yaitu BJ Habibie, pihaknya menyambut baik. Bahkan PT DI akan kembali memiliki asa untuk kembali membangkitkan era emas."Kami sangat gembira dan menyambut baik jika dapat diwujudkan. Karena ini jelas bisa dapat menggairahkan lagi industri penerbangan di Indonesia," kata Rochendi saat berbincang dengan merdeka.com.Dia mengaku sejak era reformasi, dengan adanya krisis moneter, PT DI sempat mati suri. Meski sedikit demi sedikit dapat kembali bangkit, dan tidak tenggelam dalam kehancuran.
Habibie berperan merancang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBJ Habibie dalam akan menggandeng perusahaan PT RAI. Perusahaan hasil kerjasama PT Iltabi Rekatama dan PT Eagle Cap itulah yang akan memproduksi pesawat canggih R80.Perusahaan itu juga tidak berdiri sendiri, sebab akan melibatkan berbagai elemen seperti Kemenristek, BPPT, dan lainnya.Dalam hal ini, mantan RI 1 ini berperan akan merancang dan mendesain N 250 masa depan dengan pembaharuannya. "Saya sudah tidak muda lagi, dan saya akan tularkan pengalaman saya," terang Habibie.Pesawat N-250 yang kali pertama mengudara di Indonesia sejak 10 Agustus 1995, adalah sejarah dalam Kedirgantaraan Indonesia. Hari itu pula lah ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas)."Ini adalah momen bangkitnya kembali kedirgantaraan, dan kita harapkan lagi dapat meningkatkan tenaga pekerja potensial bagi seluruh bangsa," tegas Rochendi dari PT DI.
Produksi tahap awal butuh USD 400 juta
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comIa mengatakan saat ini pembuatan R80 masih dalam tahap pembuatan awal atau 10 persen. Kemampuan, desain, dan teknologi pesawat ini mirip N250, meski dari segi ukuran akan lebih besar dan panjang.Pesawat R80, menurut dia, tetap menggunakan baling-baling di bagian atas badan pesawat sebagai penggerak pesawat seperti N250. Dengan menggunakan baling-baling maka konsumsi bahan bakar akan jauh lebih irit.R80 ini, lanjutnya, didesain untuk jarak tempuh kurang dari 600 km, karena itu dapat dipastikan akan semakin irit bahan bakar. Sedangkan untuk produksi tahap awal, menurut dia, diperlukan dana USD 400 juta.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya