Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah haru pemuda pengidap kanker, semangat ikut UN demi jadi pilot

Kisah haru pemuda pengidap kanker, semangat ikut UN demi jadi pilot Aegis Adriphati Danyaksa. ©2017 merdeka.com/irwanto

Merdeka.com - Raut wajah Aegis Adriphati Danyaksa (14) nampak ceria sambil memegang lembaran soal Bahasa Inggris. Sedikit pun dia tak mengeluh atau meminta bantuan terkait pertanyaan di dalam soal itu.

"Cuma susah nulis jawabannya karena sambil tiduran. Kalau soalnya tidak susah, masih bisa jawabnya," ungkap Aegis kepada merdeka.com, Kamis (4/5).

Aegis terpaksa mengikuti ujian nasional tingkat SMP di kamar rumah neneknya, Nurilla (74) di Jalan Musi 1, Komplek Wayang Hitam, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Sejak satu tahun terakhir, dia mengidap penyakit kanker tulang di bagian kaki dan punggung sehingga membuatnya susah bergerak apalagi berjalan.

Selama itu juga, siswa berprestasi dan pernah didaulat sebagai duta lingkungan itu tak pernah berangkat ke sekolahnya di SMP Negeri 13 Palembang. Hari-harinya cuma dihabiskan terbaring di kamar berukuran 2x3 meter.

"Teman-teman sering nemuin buat kasih pelajaran, saya baca biar tidak ketinggalan. Pekerjaan rumah (PR) juga masih saya kerjakan, teman yang bawa ke sekolah," ujarnya.

aegis adriphati danyaksa

Pada UN yang dimulai sejak 2 Mei lalu, Aegis masih tetap mengikuti setiap mata pelajaran yang diujikan. Tiap hari, soal diantar sekaligus diawasi oleh gurunya untuk mengisi 120 soal. Aegis juga masih mengenakan seragam sekolah meski hanya baju saja.

"Saya ingin sembuh dan tetap sekolah, cita-cita saya jadi pilot, mudah-mudahan tercapai," kata anak kelahiran Bogor, 18 Desember 2002 itu.

Dari beberapa mata pelajaran yang diujikan, Aegis mengaku hanya Matematika yang sulit. Kesulitan itu bukan karena tak dapat mengerjakan tetapi terkendala badannya untuk mengorat-oret hitungan.

"Kan banyak hitungannya, nah itu susahnya. Susah bergerak mau diorat-oret begitu," kata dia.

Nasib malang tak hanya itu saja. Aegis juga harus menjalani hidup bersama kakak dan neneknya setelah orangtuanya bercerai. Ayahnya, Emil Budiman dikabarkan tinggal di Bogor, sementara ibunya, Elma Laura Manalu merantau ke Jakarta.

"Saya kena kanker tulang sudah setahun, seingat saya Juni 2016 kemarin. Selama ini cuma tinggal sama nenek, ada kakak juga, sekarang sekolah SMA," tuturnya.

aegis adriphati danyaksa

Dikunjungi Wakil Walikota Palembang

Kisah pilu Aegis ternyata sampai ke telinga Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda. Finda, panggilan akrabnya, datang menjenguk untuk memberikan motivasi.

"Saya lihat semangat Aegis sangat tinggi, dia mau belajar terus walaupun sakit. Ini harus dijadikan contoh bagi pelajar lain, apapun masalahnya, belajar nomor satu," kata Finda.

Dijelaskannya, dari informasi yang diterimanya, ada tiga pelajar yang bernasib sama dengan Aegis sehingga harus mengerjakan soal UN di rumah. Salah satunya adalah siswi SMP di Kecamatan Kemuning yang mengalami luka bakar di perut akibat terkena minyak panas.

"Saya berjanji akan membantu perawatan Aegis. Jika memungkinkan dibawa ke rumah sakit, atau dirawat di rumah," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP