Kisah Haru Bocah Kupang Terpaksa Wisuda di Rumah karena Sakit Jantung
Merdeka.com - Suka cita wisuda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bunga Mawar di Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (19/6), berubah menjadi haru. Rasa sedih dan iba muncul seorang peserta didik, Jeniffer Katu Lote (6), diumumkan tak bisa ikut wisuda karena mengidap penyakit jantung di usianya yang masih sangat belia.
Jeniffer selama ini tinggal bersama neneknya. Dia dirawat seadanya di rumah.
Acara wisuda dan melepas peserta didik digelar di Kantor Desa Letbaun awalnya berlangsung meriah. Namun tiba-tiba suasana berubah menjadi sedih, setelah pengelola PAUD menjelaskan bahwa salah satu peserta didik tidak bisa hadir untuk diwisuda.
Pengelola PAUD mengatakan, siswa atas nama Jeniffer Katu Lote tidak bisa ikut karena sedang dalam kondisi sakit. "Seharusnya jumlah siswa yang diwisuda 12 orang, namun salah satu dari mereka tidak ikut karena sedang sakit. Padahal anak itu mati-matian mau ikut pakai toga," jelasnya.
Kesedihan dirasakan seluruh orang tua siswa, guru, dan seluruh tamu. Tak terkecuali Kepala Desa Letbaun Carlens Horison Bising yang hadir pada acara itu.
Carlens bersama perwakilan Camat Semau, Yarit Timung menyarankan agar seluruh hadirin mengunjungi Jeniffer, sekaligus mewisudanya di rumah. Seluruh hadirin dibuat sedih saat bocah itu meneteskan air mata setelah dipakaikan toga, diberikan sertifikat kelulusan, boneka, dan bunga dari pengelola PAUD.
Saat dikunjungi, Jeniffer tidak bisa banyak bergerak. Kakinya bengkak, sedangkan tangannya tidak bisa digerakkan karena akan mengganggu pernapasannya.
"Saat kita kunjungi dia menangis, kita pakaikan dia toga dan buat dia seolah-olah sedang wisuda seperti teman-temannya. Dia tidak bisa gerak banyak karena nanti napas sesak," ujarnya, Senin (19/6).
Bunda PAUD Desa Letbaun Dewi Rahayu Sukmawati Gah yang prihatin terhadap kondisi Jeniffer langsung meminta Kepala Desa dan aparaturnya untuk membantu mengurus administrasi kependudukan serta BPJS. Dia berharap agar bocah itu segera mendapatkan perawatan medis.
"Ini sangat urgent sehingga saya minta Pemerintah Desa memberikan perhatian khusus, agar penyakit Jeniffer segera ditangani pihak medis, karena kondisinya sangat memprihatinkan," tutupnya.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya