Kirab Agung Keraton Surakarta, Gibran Kenakan Pakaian Jawi Jangkep
Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bakal mengikuti acara Kirab Agung Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kamis (16/2) pukul 14.00 WIB. Gibran akan mengenakan pakaian adat Jawi Jangkep saat mengikuti acara yang digelar dalam rangka Tingalandalem Jumenengan atau ulang tahun naik tahta ke-19 SISKS Pakoe Buwono (PB) XIII.
Putra sulung Presiden Jokowi mengaku mendapatkan perintah dari Sinuhun PB XIII melalui untuk mengikuti kirab hingga selesai. "Melalui Kanjeng Gusti Ratu Sinuhun mewajibkan saya ikut mendampingi Kanjeng Gusti Purbaya (putra mahkota). Nanti pakai baju Jawi Jangkep," ujar Gibran, Rabu (15/2).
Gibran dan Purbaya akan berada satu kereta, yakni kereta Garuda Putra, yang memang dikhususkan bagi keluarga raja. Gibran mengaku belum pernah menaiki kereta yang biasa digunakan untuk putra mahkota tersebut.
"Saya hanya menjalankan perintah dari Sinuhun. Kalau ndak, saya ya nggak berani, maturnuwun Sinuhun," katanya.
Gibran merasa sangat terhormat karena bisa naik satu kereta dengan putra mahkota. Namun, ia tidak mau dianggap setara raja atau keluarganya.
"Jangan dianggap saya siapa-siapa. Jangan dianggap saya ini raja atau siapa, biasa," katanya.
Salah seorang panitia kirab, KGPH Benowo menyebut, putra mahkota KGPH Purbaya akan menaiki Kereta Garuda Putra. Sementara Sinuhun PB XIII akan menggunakan Kereta Garuda Kencana.
"Mas Gibran akan naik Garuda Putra bersama Putra Mahkota. Kalau Sinuhun pakainya Garuda Kencana," jelas Benowo.
Selama ini, jelas dia, kedua kereta kencana menjadi kendaraan kirabKeraton Kasunanan Surakarta. Kereta Garuda Kencana biasanya digunakan untuk raja, sedangkan Kereta Garuda Putra merupakan kereta andalan setelahnya.
"Garuda Kencana itu nomor wahid. Garuda Putra itu kedua, untuk anaknya," terang Benowo.
Menurut Benowo, selain dua kereta tersebut, totalnya dalam kirab ini ada 18 kereta yang diarak. Delapan kereta milik keraton dan sisanya akan menggunakan kereta kencana lainnya yang layak pakai.
"Nanti semua pihak akan dilibatkan. Ini merupakan kirab pertama setelah konflik di Keraton Kasunanan Surakarta yang berlangsung beberapa tahun, dan juga kirab pertama setelah melewati masa pandemi Covid-19," jelasnya lagi.
Menurut rencana, kirab ini akan melibatkan banyak pihak. Akan ada sekitar 1.000 kerabat dan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta yang dilibatkan.
"Kita juga keluarkan 8-12 prajurit keraton. Dari yang Sorogeni, Jayengastro dan masih banyak lainnya," katanya.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya