Ketua MA Minta Hakim Tolak Hadiah: Kalau Saudara Terbiasa Terima Sesuatu Gratis, Suatu Saat akan Bayar Mahal

Sunarto kemudian mencontohkan saat seorang hakim berulang tahun, momentum itu kerap digunakan sejumlah pihak untuk mentraktir hakim itu atau memberikan sesuatu.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Ketua MA Minta Hakim Tolak Hadiah: Kalau Saudara Terbiasa Terima Sesuatu Gratis, Suatu Saat akan Bayar Mahal
Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto menekankan pentingnya integritas bagi terciptanya peradilan berkualitas dan keadilan di Indonesia, serta memaparkan berbagai upaya MA dalam menjaga integritas tersebut. (© 2025 Antaranews)

Ketua Mahkamah Agung (MA), Sunarto mengingatkan para hakim yang baru saja dilantik untuk dengan tegas menolak segala bentuk pemberian agar tidak tersandera utang budi.

"Kalau saudara terbiasa menerima sesuatu dengan gratis, suatu saat saudara akan membayarnya dengan mahal karena saudara sudah tersandera oleh prestasi atau imbalan yang diberikan orang lain pada saudara," kata Sunarto di Jakarta, Jumat (13/6).

Sunarto kemudian mencontohkan saat seorang hakim berulang tahun, momentum itu kerap digunakan sejumlah pihak untuk mentraktir hakim itu atau memberikan sesuatu. Dia pun menyarankan agar hakim yang mentraktir sehingga hakim itu tidak tersandera pemberian tersebut.

"Jangan biasakan ulang tahun dikasih gratis, tolak. Tolak bapak ibu, sekarang ulang tahun 'sudah tak traktir', yang traktir ini pengacara, ini sahabat kuliah. Lebih baik saudara yang bayar, bukan berarti kita enggak boleh berteman, bersahabat, dengan teman kita yang pengacara, tapi jangan sampai dibayari," ujarnya.

Dia menambahkan sudah banyak rekan-rekannya sesama hakim yang dilaporkan ke Majelis Kehormatan hakim karena tidak membatasi pergaulannya.

"Saya melihat ada beberapa hakim, termasuk angkatan saya yang dari advokat, harus diadukan ke Majelis Kehormatan Hakim dan bahkan dijatuhi hukuman pidana," kata Sunarto.

Sebelumnya, pada Kamis (12/6), Mahkamah Agung mengukuhkan 1.451 orang calon hakim sebagai hakim. Pengukuhan tersebut disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Jangan Gadaikan Jabatan Demi Uang

Sunarto juga mengingatkan para hakim yang baru saja dilantik untuk tidak menggadaikan jabatannya demi uang.

"Jangan gadaikan jabatan saudara hanya dengan ukuran dolar maupun rupiah karena saudara sebagai 'Wakil Tuhan' menjadi tumpuan masyarakat banyak," pesan Sunarto.

Sunarto mengatakan hakim adalah tempat masyarakat mencari keadilan dan kerap disebut sebagai 'Wakil Tuhan' dan semua yang diperbuat hakim selama menjadi juru adil akan ditagih pertanggungjawabannya nanti.

"Kita cari kebahagiaan di dunia, juga kita cari kebahagiaan nanti di akhirat. Apa yang sudah kumpulkan secara tidak benar, akan keluar dari diri saudara juga secara tidak benar," ujarnya.

Sunarto juga menegaskan dirinya bakal mencopot aparat peradilan yang berani transaksional dalam menjalankan tugasnya tanpa pandang bulu berapa pun nominalnya.

"Kalau itu terjadi, apalagi Rp1 juta, Rp100 juta, Rp100 ribu saja, saya copot jabatannya saya nonpalukan. Ini bukan ancaman, tetapi ini dalam rangka menjaga di bawah martabat kehormatan saudara-saudara," ujarnya, dikutip dari Antara.

Sunarto kembali mengingatkan bahwa Presiden Prabowo sangat menghormati profesi hakim dan sudah sepatutnya para hakim lebih menghormati profesinya sendiri.

Rekomendasi