Ketua Komisi A DPRD Kebumen jadi tersangka kasus suap

Minggu, 16 Oktober 2016 13:15 Reporter : Achmad Maulana Zulfikar
Ketua Komisi A DPRD Kebumen jadi tersangka kasus suap Ilustrasi Suap. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhy Tri Hartanto (YTH) sebagai tersangka kasus suap proyek pendidikan senilai Rp 4,8 miliar. Selain YTH, KPK juga menetapkan Suhartono (SGW) PNS di Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen bernama Sigit Widodo sebagai tersangka.

"Setelah pemeriksaan 1 x 24 jam setelah operasi tangkap tangan, kemudian KPK melakukan gelar perkara dan memutuskan penetapan dua tersangka terhadap SGW dan YTH," ujar Pimpinana KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Minggu (16/10).

Selain keduanya, lanjut Basaria, pihaknya turut mengamankan 3 orang yakni, Sekda Kebumen Andi Pandowo, anggota DPRD Dian Lestari serta Salim yang merupakan pihak swasta dari anak usaha PT OSMA Group di Kebumen. Meski demikian, ketiganya masih berstatus saksi.

"masih berstatus saksi," tambah Basaria.

Kasus suap tersebut, lanjutnya, terkait proyek pendidikan senilai Rp 4,8 miliar untuk pengadaan buku, alat peraga serta Teknologi Informasi dan Komunikasi.

"Perkara ini berhubungan dengan APBD Kabupaten Kebumen khusunya pendidikan Rp 4,8 M," jelasnya.

Basaria menambahkan terdapat kesepakatan antara pihak swasta, Osman Grup dengan anggota DPRD Kabupaten Kebumen sebesar 20 persen dari nilai proyek.

"Ada kesepakan 20 persen dari pihak swasta yaitu Osman Grup kepada anggota legislatif Kebumen dari Rp 4,8 miliar itu," terangnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini