Kesulitan air bersih, warga di Serang konsumsi air di selokan
Merdeka.com - Krisis air bersih menjadi salah satu masalah di Serang, Banten. Di kota yang telah berumur 10 tahun tersebut, masih banyak ditemukan warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Seperti yang ditemukan di Kampung Pranan, Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Warga di sana sebagian besar mencuci baju, mandi dan mengambil air untuk memasak dari air irigasi yang kotor.
Rosihah (60), warga sekitar mengaku setiap hari selalu mencuci baju, mandi, bahkan mengambil air untuk memasak dari air tersebut. Padahal air irigasi yang di pakai untuk mereka sehari-hari begitu kotor, berwarna menghitam dan penuh sampah.
"Air ini buat mandi, nyuci baju, buat masak nasi, ngambil airnya pakai jeriken," kata Rosihah saat ditemui di irigasi, Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Walaupun setiap hari merasakan gatal-gatal lantaran menggunakan air itu, Rosihah bersama warga lainnya hanya bisa pasrah. Mengingat sulitnya mencari air bersih di daerah tersebut.

Sementara untuk keperluan minum, para warga membeli dengan mengisi air galon seharga Rp 3.500. Air galon tersebut hanya untuk minum, karena apabila dipakai memasak tidak akan cukup.
"Gatel lah. Gimana lagi kalau enggak di sini enggak bisa mandi. Kalau minum beli di warungan galon Rp 3.500. Kalau buat masak enggak bisa, harus banyak," katanya.
Hal senada diungkapkan Runah (50), asal Kampung Pademangan, Kelurahan Trumbu Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Runah mengaku warga di kampungnya sehari-hari rata-rata mandi d irigasi tersebut.
"Ya gimana lagi kita, kan butuh mandi semua juga pakai air irigasi," ujar Runah.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya