Kesal kerap dihina, Musani bacok teman sesama kuli angkut kelapa
Merdeka.com - Seorang pria kuli angkut kelapa, Musani (26), nekat membacok teman kerjanya berkali-kali, Romi (30) karena kesal selalu dihina di depan banyak orang. Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan meski terluka parah.
Peristiwa itu terjadi saat keduanya sama-sama sedang mengangkut kelapa ke tongkang yang bersandar di dermaga Sungai Musi dari Pasar 16 Ilir Palembang, Sabtu (3/6). Sambil menggotong kelapa, keduanya mengobrol.
Ternyata, dalam obrolan itu ada kata-kata hinaan dan olokan dari korban terhadap tersangka. Hinaan itu menjadi-jadi, bahkan korban mencekik dan mencolok mata pelaku di hadapan banyak orang.
Merasa harga dirinya dijatuhkan, tersangka kalap hingga akhirnya membacok korban menggunakan parang untuk membersihkan sabuk kelapa. Beruntung, aksi itu diketahui pemilik tongkang sehingga cepat dipisahkan. Sedangkan parang itu dibuang tersangka ke sungai.
"Malulah dihina, diolok-olok terus, orang lagi ramai juga, sampai-sampai leher dicekik. Makanya saya khilaf," kata Musani di Mapolsek Ilir Timur I Palembang, Minggu (4/6).
Tersangka mengaku perbuatan kasar korban tak hanya sekali saja. Kerap kali dia menjadi sasaran hinaan, sering juga diperintah menggantikan posisi korban yang tak masuk kerja, sedangkan upahnya diserahkan ke korban.
"Dia itu mau enak sendiri, padahal sama-sama kuli angkut, dia bukan bos, tapi selalu memerintah," kenangnya.
Kanit Reskrim Polsek Ilir Timur I Palembang Ipda Alkap mengatakan, lantaran tempat kejadian berada di perairan, kasus ini akan dilimpahkan ke Satpolair Polresta Palembang untuk proses selanjutnya. Sedangkan barang bukti masih dicari karena telah dibuang ke sungai.
"Motifnya karena kesal, untuk korban masih dirawat terluka beberapa luka bacok," pungkasnya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya