Kesaksian Polisi Soal Perdagangan Wanita di Karaoke Venesia BSD

Kamis, 3 Juni 2021 23:24 Reporter : Kirom
Kesaksian Polisi Soal Perdagangan Wanita di Karaoke Venesia BSD ilustrasi pengadilan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Tangerang, kembali menggelar sidang lanjutan perkara pidana eksploitasi seks dan perdagangan manusia di executive karaoke Venesia, Lengkong Gudang, BSD, Tangerang Selatan. Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi itu, dihadirkan Daniel, anggota Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, yang melakukan penyelidikan di tempat usaha karaoke berbalut perdagangan manusia itu.

"Awalnya kami mendapat laporan masyarakat, saya bersama tiga rekan lainnya diutus melakukan penyelidikan ke lokasi pada 15 dan 19 Agustus 2020," kata Daniel menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Agung RI, di ruang sidang 2, Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (3/6).

Dari laporan tim tersebut, kemudian Bareskrim Mabes Polri melakukan penggerebekan pada Rabu (19/8/2020) malam. "Barang bukti waktu itu ada kontrasepsi, baju kimono, vocer dan uang," kata dia.

Daniel mengaku, bahwa manajemen Venesia menawarkan kepada tamu, untuk ditemani bersama pemandu lagu di dalam ruang karaoke. Sebelumnya, tamu diminta melakukan pemesanan vocer untuk sejumlah kategori dengan harga yang berbeda-beda.

"Ada LC standar dan model. Harga vocernya beda-beda. Satu jutaan, saya kurang ingat," ungkap Daniel menjawab pertanyaan kuasa hukum 6 terdakwa muncikari dan manajemen Venesia.

Seingat dia, pembelian vocher itu sesuai dari layanan dan fasilitas yang didapat tamu dari sang pemandu lagu, hingga layanan untuk berhubungan badan dengan si pemandu lagu yang sebelumnya dikontes muncikari di hadapan tamu.

"Dua vocer LC menemani tamu mengenakan kimono namun tidak menggunakan kutang. Jika membeli dua voucher kemudian menambah uang ke LC senilai Rp500 ribu, LC akan memberikan layanan hubungan badan yang akan dilakukan di lantai lima bangunan itu," kata Daniel.

Untuk pembelian tiga voucher, LC akan menemani tamu di ruang karaoke menggunakan kimono berwarna transparan tanpa pakaian dalam.

"Tamunya bisa menyuruh LC untuk membuka pakaian tetapi sesuai SOP di sana," ucapnya.

Tamu di Venesia juga diperkenankan membawa keluar pemandu lagu, dengan cara membeli lima voucher kemudian menambahkan uang sebesar Rp1,5 juta.

Dalam kesaksiannya, Daniel juga menyebutkan keuntungan terbesar dari penjualan vocer itu, diterima manajemen Venesia. Hal itu, diketahuinya dari hasil pemeriksaan yang Daniel lakukan terhadap wanita pemandu lagu.

"Hasil wawancara (dengan pemandu lagu) mereka hanya dapat keuntungan Rp400 hingga Rp500 dari satu vocer yang dibeli tamunya," jelasnya.

Dia memastikan, kalau pihak pengelola tempat usaha pariwisata itu, memperoleh keuntungan paling banyak dari layanan eksploitasi sexual yang didagangkan para pemandu lagu.

"Katanya (pemandu lagu), pihak Venesia dapatnya lebih besar dari pada korban. Iya (pemandu lagu) korban," terang Daniel. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini