Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kesaksian korban longsor di Desa Sirau Purbalingga

Kesaksian korban longsor di Desa Sirau Purbalingga Korban Longsor Desa Sirau Purbalingga. ©2017 Merdeka.com/Abdul Aziz Rasjid

Merdeka.com - Dua warga Dusun Karangwuni, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga nanar memandang bekas rumahnya yang tertimbun tanah. Rumahnya yang baru tuntas dibangun Januari silam, hilang tanpa bekas akibat diterjang tanah longsor, Minggu (19/2) petang kurang lebih pukul 18.00 WIB.

Kejadian longsor petang itu, masih diingat persis oleh Sugiyanto (45). Ia sempat mendengar suara gemuruh yang berlangsung cepat. Pergi secepatnya keluar dari rumah, ia hanya bisa pasrah melihat rumahnya digulung tanah longsor tanpa bekas.

"Jika terlambat sedikit, mungkin nasib kami sudah lain. Saya dan istri, memang sempat diberitahu oleh tetangga yang bekerja sebagai penyadap getah pinus kalau tanah di bagian atas mulai bergerak. Tanah di bagian atas itu merupakan lahan milik Perhutani dengan areal berupa hutan pinus," kata Sugiyanto, Selasa (21/2).

Lokasi rumah Sugiyanto berada di dekat sungai kecil dan berjarak sekitar 50 meter dari lokasi rumah tetangga lainnya. Rumah Sugiyanto dan rumah korban terdampak longsor lainnya, Teguh (30), berada di bagian bawah tebing.

"Saya sempat melihat pohon-pohon yang masih utuh dan menjulang tinggi bergerak menyapu rumah kami," kata Sugiyanto.

Tak jauh berbeda dengan yang dialami Sugiyanto, Teguh pun hanya bisa pasrah melihat kediamannya digulung longsor. Ia tak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di rumah. Harta bendanya lenyap, seperti emas, uang tunai dan sepeda motor.

"Waktu kejadian, di pikiran saya harus segera pergi menyelamatkan diri. Semuanya lenyap begitu saja. Saya tetap bersyukur karena kami sekeluarga selamat," tutur Teguh.

Keluarga Sugiyanto dan Teguh, kini mengungsi di rumah kerabatnya di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, beberapa puluh meter dari lokasi bencana. Sedang di lokasi bencana sisa puing rumah yang masih tersisa hanya besi cor. Sementara sungai yang semula berada di sisi kanan rumah sudah tertutup tanah. Gorong-gorong sungai pun tersumbat batang pohon ukuran besar.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, kerugian akibat longsor ditaksir mencapai lebih dari Rp 400 juta. Material longsor menimbun rumah Sugiyanto dan Teguh, menimbun kandang ayam milik Darsono (45) serta menimbun sawah warga. Jalan utama penghubung Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol dan Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu juga putus total tertutup longsoran tanah. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP