Kepala Staf Kepresidenan Sebut MTN Seni Budaya Adalah Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Menurut Qodari, MTN merupakan jembatan nyata untuk mewujudkan visi besar Presiden dalam memastikan talenta Indonesia tumbuh secara berkelanjutan dan terarah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kepala Staf Kepresidenan Sebut MTN Seni Budaya Adalah Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Kepala Staf Kepresidenan Sebut MTN Seni Budaya Adalah Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045 (Merdeka.com)

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, memberikan apresiasi tinggi terhadap revitalisasi program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya. Ia menilai program tersebut kini bertransformasi menjadi motor penggerak ekosistem kreatif Indonesia, bukan sekadar agenda seremonial.

Menurut Qodari, MTN merupakan jembatan nyata untuk mewujudkan visi besar Presiden dalam memastikan talenta Indonesia tumbuh secara berkelanjutan dan terarah.

"Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya adalah contoh nyata bagaimana negara hadir bukan hanya memberi ruang, tetapi membangun ekosistem," kata Qodari saat menghadiri acara bertajuk "MTN Wave–Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia" di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Rabu (11/2/2026).

Selaras Asta Cita, Budaya Jadi Investasi Jangka Panjang

Qodari menegaskan bahwa kebudayaan harus dipandang sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang, bukan beban anggaran. Ia menyebut langkah revitalisasi MTN sejalan dengan semangat Asta Cita ke-8 yang berfokus pada penguatan identitas bangsa dan harmoni sosial, serta Asta Cita ke-3 yang menekankan pembukaan lapangan kerja berkualitas melalui penguatan ekosistem kreatif.

Sejak direvitalisasi pada pertengahan 2025 oleh Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinan Menteri Fadli Zon, MTN Seni Budaya menunjukkan perkembangan signifikan. Data terbaru mencatat program ini telah menjangkau lebih dari 36.990 peserta, menggandeng 200 mitra, serta mengantarkan 116 talenta meraih rekognisi di panggung internasional yang tersebar di 19 negara.

“MTN yang dulu belum maksimal dalam menjawab kebutuhan talenta, kini lebih relevan karena dilakukan pemetaan ekosistem seni budaya secara bottom-up,” jelas Qodari.

Program MTN Seni Budaya sendiri mencakup lima bidang utama, yakni seni rupa, seni pertunjukan, musik, film, dan sastra.

Ucapan Selamat untuk Fadli Zon

Qodari saat menghadiri acara bertajuk "MTN Wave–Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia" di Teater Jakarta
Qodari saat menghadiri acara bertajuk "MTN Wave–Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia" di Teater Jakarta Istimewa

Dalam acara tersebut, Qodari juga menyampaikan ucapan selamat kepada Fadli Zon atas penganugerahan gelar Profesor Kehormatan (Honoris Causa) di bidang kebudayaan dari Universitas Nasional pada hari yang sama. Ucapan itu disampaikan melalui sebuah pantun.

“Selamat Bapak Fadli Zon atas anugerah Profesor Kehormatan. Merah Putih berkibar, budaya berjaya,” ucap Qodari dalam pantunnya.

Acara "MTN Wave" turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto, Deputi Kemenko PMK Warsito, Deputi Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, serta Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Timothy Ivan Triyono. Sejumlah pimpinan Kementerian Kebudayaan dan lembaga terkait juga tampak hadir.

Momentum Lahirkan Generasi Emas

Menutup sambutannya, Qodari menekankan bahwa momentum "MTN Wave" harus menjadi energi baru bagi masa depan Indonesia. Ia berharap proses pembinaan dan perawatan talenta yang konsisten dapat melahirkan generasi emas yang mampu mengharumkan nama bangsa di tingkat global secara berkelanjutan.

“Masa depan Indonesia tidak dibangun dalam satu malam, tetapi dari talenta-talenta yang dirawat secara konsisten hari demi hari,” pungkasnya.

Rekomendasi