Kendalikan Kasus Covid, Pemkab Klaten Pindahkan 50 Warga Terpapar ke Lokasi Isolasi
Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah mulai memindahkan warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah ke tempat isolasi terpusat. Pemindahan dilakukan di antaranya ke GOR Gelarsena, Klaten dan sejumlah lokasi lainnya.
"Mobilitas hari ini kita maksimalkan, karena kita memang ada hampir 1.000 tempat isolasi terpusat yang sudah kita buat. Baik di kabupaten, kecamatan dan desa, sesuai arahan pak Kapolda kemarin," ujar Bupati Sri Mulyani, Jumat (23/7).
Selain memaksimalkan GOR Gelarsena, ada sekitar 50 warga terpapar lainnya yang dikirim ke Asrama Haji Donohudan (AHD), Boyolali. Menurutnya, pasien-pasien yang ditampung di GOR tersebut merupakan kiriman dari kecamatan-kecamatan di wilayah Klaten.
"Untuk isolasi terpusat lainnya nanti akan kita penuhi bertahap mulai hari ini dan seterusnya. Intinya kondisi Klaten saat ini kondusif, aman, tidak ada masalah yang mengkhawatirkan. Masyarakat saya minta tetap tenang, jangan panik. Karena kondisi ini sudah tertangani oleh Satgas Covid-19," ujarnya.
Bupati menjelaskan, 50 pasien yang dikirim ke AHD, selain laki-laki, pasien juga masuk kriteria OTG (orang tanpa gejala) serta bukan kelompok lansia. Meski sebagian pasien OTG dikirim ke Donohudan, bupati memastikan bahwa lokasi karantina di Klaten mencukupi.
"Kita kirim ke Donohudan, untuk memaksimalkan tempat yang ada. Atas arahan bapak gubernur juga. Kita kan belum pernah mengirimkan kesana," katanya.
Ia meminta masyarakat tidak takut dibawa ke tempat isolasi terpusat. Karena fasilitas yang ada sangat mendukung untuk penyembuhan pasien. Baik obat-obatan, makanan, tenaga kesehatan maupun keamanannya serta logistik lainnya terjamin selama 24 jam.
"Tolong media membantu, masyarakat jangan takut untuk dibawa ke isolasi terpusat. Itu sangat penting sekali. Semuanya lengkap terjamin. SOPnya kan 14 hari, tapi nanti dalam 7 hari akan kita lakukan PCR. Untuk ngecek apakah sudah sembuh atau belum," katanya.
Terkait kondisi tempat isolasi terpusat di kecamatan dan desa-desa, bupati menyampaikan, saat ini ada yang isi, hampir penuh, penuh dan ada yang masih kosong. Ia sudah meminta para camat dan kepala desa agar segera memaksimalkan tempat isolasi terpusat tersebut.
Pemkab Klaten menyiapkan sedikitnya 26 tempat isolasi terpusat bagi pasien dengan gejala ringan atau OTG (orang tanpa gejala) Covid-19. Mengingat kasus Covid-19 di kabupaten tersebut terus naik, dengan korban meninggal yang cukup tinggi.
Ketua Gugus Tugas (Gugas) Pengendalian Penyakit (PP) Covid 19 Kabupaten Klaten, dr Ronny Rukminto mengatakan isolasi terpusat dipilih lantaran sudah tidak ada lagi ruangan kosong di rumah sakit. Selain itu BOR (bed occupancy rate) atau keterisian tempat tidur RS di Klaten juga sudah overload.
"Di lokasi isolasi terpusat kita sudah punya 1.054 tempat tidur dari 26 lokasi terpusat. Baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa," ujar Ronny, Kamis (22/7).
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya