Tim SAR gabungan terus berusaha mengevakuasi jasad salah satu korban jatuhnya pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 di puncak Gunung Bulusaraung. Hujan lebat mengganggu proses evakuasi.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan mengaku saat ini tim SAR gabungan belum bisa mengangkat jasad korban jatuhnya pesawat IAT ATR 42-500. Andi Sultan menyebut cuaca menjadi kendala saat proses evakuasi.
"Saat ini belum bisa mengangkat korban dengan kondisi cuaca (buruk). Beberapa kali sudah dicoba untuk mengangkat tapi tidak berhasil," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Minggu (18/1).
Andi Sultan menyebut tim SAR gabungan saat ini memutuskan camp di dekat jasad korban. "Malam ini tim SAR camp dekat jenazah," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa operasi berlangsung dalam kondisi medan ekstrem dan cuaca yang sangat menantang.
"Sejak pagi hari, tim SAR menghadapi cuaca hujan lebat dan kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekitar lima meter di puncak. Hal ini berdampak pada pergerakan tim, termasuk sempat terjadi pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan personel," jelas Arif.
Dalam pelaksanaan di lapangan, beberapa Search and Rescue Unit (SRU) bergerak sesuai pembagian sektor. SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali. SRU 3 masih berada di puncak dan sebagian personel berhasil menyeberang ke titik dua.
Sementara itu, SRU 4 yang sempat berada sekitar 200 meter dari titik misi tidak menemukan akses aman untuk dilalui dan setelah berkoordinasi dengan posko induk, diarahkan kembali ke posko.
"Tim logistik juga telah bergerak menuju puncak untuk melakukan drop peralatan dan logistik guna mendukung keberlanjutan operasi," tambahnya.
Perkembangan penting lainnya, tim di puncak melaporkan telah menemukan satu orang korban yang saat ini sedang dievakuasi melalui jalur pendakian.
Advertisement
Serpihan Pesawat Ditemukan
Selain itu, SRU 3 juga menemukan sejumlah serpihan pesawat berupa bagian rangka dan kursi, serta mengidentifikasi lokasi mesin pesawat berdasarkan laporan visual dari lapangan.
"Pada pukul 14.20 Wita, telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki di koordinat 04°54' 44"S dan 119° 44' 48" S di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi," ujar Arif.
Advertisement
Operasi SAR akan Dianjutkan
Arif Anwar menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel dan koordinasi antar unsur.
"Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara maksimal, profesional, dan terukur. Setiap langkah diambil berdasarkan analisis risiko di lapangan. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar," pungkasnya.