Kemnaker duga ada SOP yang dilanggar saat pemasangan bantalan crane di Jatinegara
Merdeka.com - Kementerian Tenaga Kerja menduga telah terjadi pengabaian atas prosedur kerja yang dilakukan pihak kontraktor proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Hal ini terkait dengan kecelakaan jatuhnya bantalan crane di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/2) dini hari.
Kasubdit Penyidikan Tindak Pidana Ketenagakerjaan Agus Subekti yakin bahwa ada prosedur yang dilanggar oleh pihak kontraktor. Namun, dia akan memastikan lebih lanjut ke pihak PT Hutama Karya selaku kontraktor.
"Ini kan ada SOP yang tidak dijalankan kan. Gitu kan? Namanya kecelakaan kerja pasti ada yang dilanggar kan persyaratan-persyaratannya," kata dia saat ditemui di lokasi.
Agus mengaku sudah meninjau langsung dan melihat keseluruhan TKP. Dia akan mengejar ke pihak kontraktor dan subkontraktor untuk mendalami keterangan agar lebih jelas. Agus meminta agar menunggu keterangan pada hari berikutnya terkait temuannya itu.
"Tadi kan kita sudah melihat visual. Ini kan mau memintai keterangan dari main con dan subconnya yang melaksanakan," ucapnya.
Sebelumnya, Kapolsek Jatinegara Kompol Supadi mengatakan, kecelakaan tersebut bermula ketika lima orang pekerja tengah memasang bantalan crane. Mereka mencoba memasang bantalan tersebut dengan menggunakan crane.
"Kemudian ketika bantalan crane sudah berada di atas namun dudukannya tidak pas sehingga bantalan jatuh menimpa korban tersebut di atas yang mengakibatkan keempat korban meninggal dunia," katanya dalam keterangan tertulis, Jakarta.
Adapun empat korban meninggal tersebut; Jaenudin (44) akibat luka di kepala, Dami Prasetyo (25) badan hancur, Jana Sutisna (44) akibat luka di kepala, dan Joni (34) akibat luka di kepala, tangan kiri serta kanan patah.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya