Kemenkes: Hepatitis Akut Kecil Menjadi Pandemi karena Tak Ganggu Aktivitas Masyarakat

Kamis, 19 Mei 2022 18:58 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Kemenkes: Hepatitis Akut Kecil Menjadi Pandemi karena Tak Ganggu Aktivitas Masyarakat Ilustrasi hepatitis. ©2022 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa penyakit hepatitis akut kemungkinan kecil menjadi pandemi. Sebab kondisi hepatitisakut tak menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

"Ini hepatitis akut ini kalau masih berkembang sampai seperti situasi pandemi rasanya kecil sekali karena kondisinya tidak akan mengancam begitu banyak dan menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu," kata Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi dalam diskusi 'Hepatitis Akut Mengancam, Bagaimana Antisipasinya' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5).

Meski begitu, Nadia mengatakan, penyakit hepatitis akut perlu diwaspadai. Sebab Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan hepatitis sebagai penyakit yang potensi kejadiannya luar biasa.

"Nah kalau dalam epidemiologi, itu tahapan-tahapan penyakit itu kan mulai dari tahapan peningkatan kasus, kejadian luar biasa, wabah, endemi dan pandemi, kalau Covid kan sampai di pandemi," terang Nadia.

"Kalau ini WHO cuma mengatakan hati-hati, nanti bisa terjadi kejadian luar biasa, kenapa, karena kita enggak tahu nih penyakitnya itu sebabnya apa, virusnya belum tahu dan mengobati pakai obat apa juga belum tahu secara cepat, faktor resikonya belum tahu, gimana cara pasti menularnya seperti apa," tuturnya.

Nadia menambahkan, para ahli mengatakan bahwa gejala hepatitis akut berat mirip dengan gejala hepatitis A. Artinya, penularannya melalui makanan.

"Makanya sekarang yang kita sampaikan kepada masyarakat dan imbau pada masyarakat adalah bagaimana cuci tangan, tidak makan-makan sembarangan, jangan berbagi alat makan dengan orang lain, jadi itu kunci awalnya," imbuh Nadia.

2 dari 2 halaman

Menkes: Lebih dari 75 Persen Hepatitis Akut Serang Anak di Bawah 5 Tahun

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah dan dunia masih terus meneliti penyebab hepatitis akut. Data sementara, lebih dari 75 persen hepatitis akut menyerang anak kurang dari 5 tahun.

"Hepatitis akut ini lebih dari 75 persen menyerang anak di bawah 5 tahun," katanya pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kepulauan Riau, Rabu (18/05).

Budi mengatakan hepatitis akut masuk ke tubuh manusia melalui makanan. Karena itu, dia mengingatkan masyarakat untuk memastikan makanan yang akan dikonsumsi anak bersih dan sudah dimasak.

Selain itu, dia mengimbau para orang tua untuk selalu mengawasi anaknya. Pastikan anak selalu rajin mencuci tangan.

"Jadi pastikan ibu-ibu, ini tugas ibu-ibu, memastikan anak-anak mau main itu selalu jangan masukin makanan sebelum cuci tangan. Dan harus selalu minum air yang sudah dimasak," ujarnya.

Menurut lulusan Fisika Nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dengan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Bila anak menunjukkan gejala hepatitis, maka segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Gejala yang terjadi pada kasus hepatitis akut di Indonesia ialah demam, hilang nafsu makan, muntah, mual, jundice, dan perubahan warna urin. Lalu nyeri bagian perut, diare akut, lethargy, myalgia, sesak napas, perubahan warna feses, dan gatal.

Kondisi Kasus Dugaan Hepatitis Akut di RI

Kementerian Kesehatan mencatat ada 14 kasus yang dapat disebut sebagai diduga hepatitis akut di Indonesia. Mayoritas kasus ini dialami anak di bawah 5 tahun.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril merinci kasus diduga hepatitis akut yang belum diketahui penyababnya itu. Yakni, 0 sampai 5 tahun 7 orang, 6 sampai 10 tahun 2 orang, dan 11 sampai 16 tahun 5 orang.

"Nah kelompok umur terbanyak adalah di bawah 5 tahun 7 orang. Berarti 50 persen," jelas Syahril dalam konferensi pers, Rabu (18/5).

Bila dilihat dari jenis kelaminnya, mayoritas kasus diduga hepatitis akut ialah laki-laki. Tercatat 9 laki-laki dan 5 perempuan.

Syahril menyebut, dari total kasus diduga hepatitis akut, 6 di antaranya meninggal dunia. Rincian kasus meninggal ini ialah berusia 2 bulan, 8 bulan, 9 bulan, 1 tahun, 8 tahun, dan 14 bulan.

"Masih dirawat 4 orang. Sedangkan yang sudah dipulangkan karena sudah sembuh 4 orang," ucapnya. [gil]

Baca juga:
DPR: Anak Bergejala Hepatitis Akut Segera Dibawa ke RS, Jangan Tunggu Memburuk
Antisipasi Penyakit Menular, Pemerintah Didorong Perkuat Ketahanan Kesehatan
Kemenko PMK: Jangan Paranoid terhadap Hepatitis Akut, Tetap Jalankan Prokes
Menkes: Lebih dari 75 Persen Hepatitis Akut Serang Anak di Bawah 5 Tahun
Menkes Sebut Hepatitis Akut Tidak Timbulkan Klaster
DPR Minta Guru Edukasi Anak-Anak Soal Gejala Hepatitis dan Cara Mencegahnya
Kemenkes Temukan 14 Kasus Hepatitis Akut di Indonesia, 6 Meninggal

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini