Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemendagri Minta Gubernur Sumsel Segera Tunjuk Penjabat Bupati di 3 Daerah

Kemendagri Minta Gubernur Sumsel Segera Tunjuk Penjabat Bupati di 3 Daerah Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri) Akmal Malik. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Dalam Negeri mendesak Gubernur Sumatera Selatan segera menunjuk penjabat dalam mengisi kekosongan kepemimpinan di tiga kabupaten. Hal ini penting agar pemerintahan tetap berjalan.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik mengungkapkan, ketiga kabupaten itu yakni Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Ogan Komering Ulu (OKU). Sejauh ini PALI yang dilaporkan ke pusat dan masih dalam kajian, Muara Enim diisi Sekda Sumsel sebagai pelaksana harian, sementara OKU kosong baru hari ini setelah bupatinya, Kuryana Azis meninggal dunia.

"Kami dorong Gubernur Sumsel segera mengisi kekosongan itu," ungkap Akmal, Senin (8/3).

Dia mengungkapkan, Kabupaten OKU bisa diangkat Sekretaris Daerah sebagai pelaksana harian atau penjabat bupati. Hal ini berdasarkan Pasal 66 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014. Kasus kekosongan kepemimpinan akibat sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi hingga saat ini pernah terjadi di 22 daerah.

"Apabila kepala daerah berhalangan, maka sekda melaksanakan tugas harian sementara. Untuk Muara Enim gubernur bilang ada persoalan rumit di sana, maka sementara diisi oleh Sekda Sumsel," katanya.

Akmal menjelaskan, penunjukan Plh atau penjabat cukup pejabat eselon dua, tidak perlu eselon satu. Namun, pihaknya menghormati keputusan Gubernur Sumsel dalam penetapan Sekda Sumsel sebagai pejabat eselon satu sebagai Plh Bupati Muara Enim.

"Sebagai perpanjangan tangan pusat, kami hormati keputusan gubernur itu," pungkasnya.

Diketahui, Kabupaten Muara Enim mengalami kekosongan kepala daerah lantaran bupatinya Juarsah ditangkap KPK karena diduga menerima fee proyek pembangunan jalan. Juarsah yang sebelumnya menjabat wakil bupati baru sebulan dilantik menjadi bupati defenitif setelah bupati sebelumnya Ahmad Yani dipenjara dalam kasus serupa.

Pada waktu bersamaan, tidak ada pejabat yang duduk sebagai sekda sehingga Gubernur Sumsel Herman Deru langsung menunjuk Sekda Sumsel Nasrun Umar sebagai Plh Bupati Muara Enim.

Sementara Kabupaten PALI sempat terjadi kekosongan jabatan karena bersengketa di MK. Pilkada di kabupaten itu diikuti bupati petahana yang melawan wakil bupati petahana. Plh Bupati PALI diisi Syahron Nazil yang sebelumnya menjabat Sekda PALI.

Sedangkan Kabupaten OKU terjadi kekosongan bupati defenitif setelah Kuryana Azis meninggal dunia tadi pagi. Kuryana baru dilantik bupati baru beberapa pekan bersama pasangannya Johan Anuar sebagai wakil bupati.

Hanya saja, Johan Anuar dinonaktifkan sebagai wakil bupati karena sedang tersandung kasus korupsi lahan kuburan. Johan tengah berhadapan dengan pengadilan sebagai terdakwa.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP