Keluarga Tak Ingin Jenazah Anggota Paskibra Tiara Diautopsi

Senin, 11 November 2019 19:12 Reporter : Moh. Kadafi
Keluarga Tak Ingin Jenazah Anggota Paskibra Tiara Diautopsi Ilustrasi mayat. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pihak keluarga menginginkan jenazah Desak Putu Tiara (17) tak ingin diautopsi. Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian anggota Purna Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang meninggal karena sakit misterius.

"Jadi istilahnya saya sudah terima. Saya anggap dia mungkin salah makan. Saya kasihan juga, karena kan ngurus lagi, kasihan diobrak-abrik lagi saya sudah ikhlas. Biar selesai sampai di sini saja, toh dia sudah tidak ada," kata Dewa Sadyana yang merupakan kakek Tiara saat dihubungi, Senin (11/11).

Pembawa baki bendera saat peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia 2019 itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu 6 November 2019 lalu.

Sadyana juga menyampaikan, selama ini Tiara tidak pernah sakit atau mengidap penyakit bawaan. Hanya saja, siswi SMAN 3 Singaraja, Kabupaten Buleleng, saat itu cuma mengalami panas.

"Dia tidak pernah sakit, kemarin itu cuma mengalami panas. Kita kira demam DB, dia pertama demam. Kita bawa dia ke rumah sakit, ke dokter biasa, dibilangnya radang tenggorokan dikasih obat dan pulang. Tapi beberapa hari dia panas lagi, di sanalah diambil tindakan kemungkinan dia itu DB, diajak ke rumah sakit dan mau diambil cek darah," ujarnya.

1 dari 2 halaman

Sosok Tiara di Mata Keluarga

Sadyana juga menuturkan, sosok cucu kesayangan itu, selama ini tidak pernah minta apapun dan pemalu. Dengan kepergian Tiara semua keluarga terasa terpukul dan sedih.

"Makannya kita sedih, selama di rumah dia tidak pernah minta apa-apa. Orangnya agak malu-malu. Pokoknya apa adanya, makannya kita sedih ditinggalkannya," tuturnya dengan terbata-bata.

Sadyana juga menyampaikan, bahwa Tiara selama ini dikenal anak yang cerdas dan selalu juara di sekolahnya. "Iya dia berprestasi di kelas, dia pintar, itu kata gurunya," ujarnya.

Dokter sebelumnya menyatakan Tiara meninggal Rabu (6/11) pukul 07.00 WITA. Namun, dengan bantuan Tiara sempat bernafas. Selanjutnya, tiara tidak kuat, selang 9 jam kemudian, sekitar pukul 17.50 WITA, dia menghembuskan nafas terakhir. "Tapi hanya bertahan beberapa jam dan sorenya meninggal," ujar Sadyana.

2 dari 2 halaman

Dispora Buleleng Beri Penghargaan

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Buleleng, Bali, memberikan penghargaan kepada Tiara. Penghargaan itu diberikan kepada Tiara, karena ikut berperan dalam peringatan HUT kemerdekaan RI Ke 74 di pada 17 Agustus 2019 di Taman Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali.

"Penghargaan yang telah kita berikan kepada orangtuanya, baik itu dari dispora dan Bupati Buleleng saat melayat ke rumah duka. Nilainya tidak bisa disebutkan, pokoknya ada," kata Gede Dharmaja selaku Kadispora Buleleng, Bali, saat dihubungi.

Dharmaja juga menyampaikan, Tiara saat itu tidak mengikuti tamasya. Karena selesai menjalani tugas ada tradisi tamasya untuk liburan. Namun, saat itu almarhum tidak bisa ikut karena sakit.

"Sudah menjadi tradisi selesai melakukan tugas dan diajak tamasya kebetulan kemarin saat tamasya itu sakit Tiara," imbuhnya.

Dharmaja juga meras terpukul dengan kepergian Tiara. Ia menyampaikan bahwa Tiara adalah anak yang sangat baik dan juga rajin tidak pernah absen latihan.

"Sangat duka mendalam kehilangan kita. Dia anak yang baik, almarhum patuh dan penurut apapun yang diajarkan oleh pelatih dilaksanakan dengan baik, dan tidak banyak bicara, kalem. Dia rajin tidak pernah absen," ujarnya.

Dharmaja juga menyebutkan, pihaknya cukup kaget mendengar Tiara sakit dengan penyakit misterius. Menurutnya, saat menjalani tes kesehatan untuk menjadi anggota Paskibra Tiara tidak memiliki riwayat penyakit dan kondisinya sehat dan bugar. Selain itu, selama latihan almarhum juga tidak pernah mengeluh sakit.

"Dia sehat walafiat, makannya dipilih sebagai pembawa Baki. Riwayat (sakit) tidak ada.(Selama latihan) tidak pernah dia mengeluh sakit," ujarnya.

Seperti diketahui, Desak Putu Tiara meninggal dunia dengan penyakit yang masih misterius setelah dirawat di Rumah Sakit Kertha Usada, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (6/11) sore.

Tiara dirawat, sekitar lima hari, dan hanya mengeluh demam, pusing dan mual. Tapi, dia koma selama menjalani perawatan. Cairan hijau sebanyak setengah botol air kemasan dan keluar dari hidungnya. Dokter mengatakan, jantung dan paru-paru Tiara telah rusak. Namun, dokter belum mengetahui sebab rusaknya organ dalam Tiara ini. [gil]

Baca juga:
Mengenang Semangat Aurel, Paskibraka Tangerang Selatan di Taman Kakak Aurel
Paskibra di Kabupaten Alor NTT Jatuh saat Panjat Tiang Bendera
Gagal Jadi Paskibra, Koko Diundang ke Upacara HUT RI di Istana
Gagal Jadi Paskibra, Koko Diminta Jadi Penggerek Bendera di Mapolres Labuhanbatu
Kisah Miris Calon-Calon Paskibraka
Deno Paskibraka Asal Papua Sempat Menyerah karena Tidak Punya Uang untuk Latihan

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Anggota Paskibraka
  3. Buleleng
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini